Senin, 23 Februari 2026

Ibu-Ibu di Aceh Bahu-membahu Hidangkan Menu Buka Puasa di Lokasi Bencana

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Sekelompok ibu-ibu menyiapkan kertas bungkus untuk dibagikan ke warga sebagai menu buka puasa di dapur umum Desa Banai Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (22/2/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Suasana tenang di Desa Banai, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Minggu (22/2/2026) sore hari, berubah jadi kesibukan sekelompok ibu-ibu yang bahu membahu mengolah kebutuhan pokok menjadi hidangan buka puasa.

Pantauan suarasurabaya.net di rumah milik warga bernama Buchari yang disulap menjadi lokasi dapur umum Desa Banai, tiba-tiba ramai dengan belasan ibu-ibu yang mulai membagi tugas mengolah hidangan.

Mereka ada yang menggoreng bumbu, memasak nasi, mengolah sayur hingga membersihkan daging ayam dari Laziznu Jawa Timur (Jatim), sebelum akhirnya dimasak.

Adapun selain beras, ayam dan sayuran, kebutuhan bahan pokok yang dikirimkan oleh Lazisnu Jawa Timur itu juga berupa telur, minyak, bumbu hingga peralatan masak.

Rosnawati salah satu warga setempat mengatakan, hari ini mereka memasak ayam goreng dan sayur untuk dibagi-bagikan kepada warga sekitar.

“Ini mau masak ayam goreng sama tumis sawi. Nanti kalau sudah matang kita panggil orang-orang datang ke sini,” ujarnya.

Aktivitas memasak ibu-ibu di dapur umum Desa Banai Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (22/2/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Menu yang disajikan malam ini sebanyak 200 porsi untuk buka puasa. Selain itu pada saat sahur, mereka juga menyiapkan porsi yang sama dengan menu berbeda.

“Hari ini kami siapkan 200 porsi, untuk buka puasa. Sahur juga sama 200 porsi,” tuturnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Desa Banai, Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah hingga saat ini, pascaditerjang banjir bandang akhir November 2025 silam.

Pantauan suarasurabaya.net di Desa Banai, hampir sebagian besar rumah warga rusak parah dan menyisakan endapan lumpur yang terlihat bekasnya hingga atap bangunan.

Banjir yang melanda wilayah ini ketinggiannya hampir menyentuh atap rumah. Kemudian di sepanjang jalan desa, terlihat beberapa tenda darurat dari BNPB di pekarangan rumah maupun di tepi jalan.

Tenda-tenda itu menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya belum bisa dihuni kembali. Aktivitas warga juga belum kembali normal dan sebagian besar masih bertahan dalam kondisi serba terbatas.(wld/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 23 Februari 2026
24o
Kurs