Senin, 23 Februari 2026

Khofifah Minta Kepala Daerah Mendata Warisan Budaya Tak Benda

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur mempercepat inventarisasi warisan budaya tak benda di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kekayaan budaya daerah terdokumentasi, tervalidasi, dan terdigitalisasi secara sistematis.

Dalam kunjungan ke Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Minggu (23/2/2026), Khofifah menegaskan pencatatan detail menjadi fondasi pelestarian budaya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. “Saya mohon para bupati dan wali kota terus bisa menginventarisir seluruh warisan budaya tak benda yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya, seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, setiap data yang dihimpun pemerintah daerah akan ditindaklanjuti melalui proses penggalian untuk memastikan keabsahan. Hasilnya akan memperkuat penyusunan naskah akademik sebelum masuk tahap digitalisasi. Dengan dokumentasi yang rapi, generasi muda diharapkan lebih mudah mengenali dan terlibat dalam pelestarian budaya.

“Kita bisa mengetahui betapa kayanya budaya di Jawa Timur, itu akan menjadi referensi budaya Indonesia dan dunia,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan tunjangan kehormatan kepada para juru pelihara cagar budaya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai inventarisasi bukan sekadar mendokumentasikan masa lalu, melainkan membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan sektor budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pariwisata Kota Malang.

Menurut Wahyu, penguatan identitas budaya akan meningkatkan daya tarik wisata, baik bagi pelancong domestik maupun mancanegara. Pemerintah kota juga terus mendorong regenerasi seniman dengan membumikan kembali kesenian tradisional.

“Seniman dari Kota Malang yang ada sekarang, kalau mungkin dulu didominasi yang usianya segenerasi dengan saya tapi sekarang anak usia taman kanak-kanak sudah bermain tari topeng,” ujarnya.

Ia berharap budaya tradisional tetap eksis di tengah derasnya pengaruh budaya asing. “Kami bersama punya komitmen memajukan kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur secara berkelanjutan,” tutur Wahyu.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 23 Februari 2026
32o
Kurs