Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat di Jawa Timur (Jatim) agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini disampaikan meskipun banjir di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur surut.
Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan bahwa tinggi muka air di Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya terdampak cukup parah, kini telah menyusut signifikan. Tersisa di kisaran sepuluh hingga 50 sentimeter.
Meski demikian, BNPB memastikan tim gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga serta mengawal distribusi bantuan logistik. Kesiapsiagaan ini dilakukan seiring penetapan status tanggap darurat bencana yang berlaku hingga akhir Maret 2026.
Dilansir dari Antara pada Selasa (24/2/2026), banjir yang melanda sejak pertengahan Februari itu dipicu oleh meluapnya daerah aliran sungai (DAS) Wrati dan DAS Rejoso. Peristiwa tersebut berdampak pada sedikitnya 2.363 kepala keluarga di sejumlah kecamatan yang hingga kini masih dalam pendampingan petugas.
Abdul Muhari menegaskan, meskipun kondisi relatif kondusif, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang tetap perlu diantisipasi, terutama di wilayah Jawa Timur yang masuk kategori siaga.
Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berada dalam periode kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026.
Penguatan Monsun Asia berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur selatan dan tengah Pulau Jawa.
Sejumlah daerah seperti Sukoharjo, Wonogiri, dan Pasuruan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari. Kondisi ini berisiko memicu banjir susulan maupun genangan baru di kawasan rawan jika hujan turun dalam durasi panjang. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
