Rabu, 25 Februari 2026

Soal Alumni LPDP, Senator Lia Istifhama Ingatkan Jangan Sampai Ilmu dan Loyalitas Berpaling dari Tanah Air

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Lia Istifhama Anggota DPD RI Jawa Timur. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Polemik unggahan media sosial seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS yang menyatakan kebanggaannya karena anaknya berkewarganegaraan Inggris dan enggan menjadikannya WNI terus menuai reaksi publik. Kritik warganet belum mereda, meski suami DS, AP, yang juga penerima beasiswa LPDP, telah menyatakan komitmen untuk mengembalikan dana beasiswa yang diterimanya.

Perhatian terhadap kasus ini turut datang dari Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur. Dia mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian bagi para alumni penerima beasiswa negara.

Menurut Lia, kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri melalui LPDP merupakan proses strategis untuk membentuk karakter mahasiswa Indonesia agar lebih tangguh, adaptif, dan terbuka terhadap dinamika global.

Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak seharusnya dimaknai sebagai batu loncatan untuk meninggalkan tanah air secara permanen.

“Beasiswa LPDP adalah impian banyak mahasiswa. Wajar jika mereka ingin merasakan pendidikan luar negeri untuk membentuk karakter yang kuat, adaptif sebagai minoritas di tengah mayoritas, dan inventif dalam menghadapi tantangan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Politisi yang akrab dipanggil Ning Lia ini menambahkan, pengalaman hidup sebagai minoritas di lingkungan internasional merupakan pembelajaran sosial yang sangat berharga dan membentuk ketahanan mental serta cara pandang global.

“Belajar di luar negeri itu proses menempa diri. Kita belajar bertahan hidup di negeri orang, memahami perbedaan, dan membaca perubahan dunia,” jelasnya.

Namun demikian, Ning Lia menekankan bahwa tujuan utama beasiswa yang bersumber dari dana publik adalah untuk memperkuat pembangunan nasional, bukan justru menjauhkan penerimanya dari tanggung jawab terhadap negara.

“Setelah lulus, seharusnya fokus kembali ke dalam negeri. Wariskan ilmu, jejaring, dan semangat kepada generasi di bawahnya. Dana itu berasal dari rakyat, sehingga manfaatnya harus kembali kepada rakyat,” tegasnya.

Ning Lia juga mengingatkan agar para alumni tidak melupakan jasa tanah kelahiran yang telah memberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

“Kita bisa sekolah, bisa hidup merdeka sampai hari ini karena tanah kelahiran kita. Karena keluarga kita, karena lingkungan kita. Jangan sampai itu dinafikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia menilai narasi yang memberi ruang terlalu longgar bagi alumni LPDP untuk bekerja dan menetap di luar negeri berpotensi menggeser orientasi pengabdian.

Padahal, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul yang telah ditempa melalui pendidikan global.

“Indonesia butuh anak-anak terbaiknya pulang. Negara kita kaya peluang dan keberkahan. Jangan sampai ilmu yang diperoleh dengan dana negara justru memberi manfaat lebih besar bagi bangsa lain,” pungkasnya. (faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 25 Februari 2026
32o
Kurs