Selasa, 3 Maret 2026

Terminal Petikemas Surabaya Terapkan Berth Allocation Strategy Percepat Proses Sandar dan Bongkar Muat

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Kegiatan operasional di Container Yard (CY) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Selasa (3/3/2026). Foto Corporate Communication PT TPS

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi Idul Fitri 1447 H. Beberapa langkah antisipatif diambil, yaitu pengaturan sandar kapal, kesiapan alat, penguatan SDM, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Didik Kurniawan Senior Vice President Operasi Terminal mengatakan, TPS menerapkan Berth Allocation Strategy untuk mempercepat sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan Integrated Planning and Control (PnC) sebagai pusat koordinasi.

Peralatan bongkar muat disiapkan, termasuk pengoperasian E-RTG baru, guna menjaga kelancaran arus receiving dan delivery. Katanya kesiapan menyeluruh jadi kunci kelancaran operasional selama periode Lebaran.

“Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujar Didik pada keterangan tertulis yang diterima suarasurabay.net, Selasa (3/3/2026).

Kesiapan internal diperkuat melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE). Koordinasi dilakukan dengan Bea Cukai, Karantina, Kepolisian, dan pelaku usaha untuk memastikan layanan tetap lancar selama periode puncak.

“Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun forecast BOR (Berth Occupancy Ratio) dan YOR (Yard Occupancy Ratio), serta menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan flexible block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway. Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) juga bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP.

Saat ini YOR TPS masih aman, rata-rata 50,7 persen, dengan YOR impor 47,86 persen dan ekspor 53,61 persen.

TPS menegaskan komitmennya menjaga kelancaran logistik nasional melalui layanan terminal yang aman, terukur, dan responsif selama Lebaran.(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 3 Maret 2026
24o
Kurs