PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan tidak ada temuan perhiasan berupa gelang emas milik penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Stasiun Surabaya Gubeng.
Mahendro Trang Bawono Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menyebut, laporan itu diterima pada Senin (2/3/2026) pukul 13.00 WIB.
Gelang itu milik penumpang KA yang baru turun, lalu menggunakan fasilitas kursi pijat di stasiun. Setelahnya, penumpang mengaku gelangnya hilang dan menduga jatuh di kursi pijat.
Hasil pemeriksaan kamera CCTV dan penelusuran di lokasi, KAI memastikan tidak ada temuan gelang.
“Menindaklanjuti laporan itu, Tim Pengamanan KAI Daop 8 Surabaya segera melakukan penelusuran di lokasi kejadian serta menghimpun keterangan dari petugas dan pihak tenant. Untuk memastikan proses berjalan objektif dan berbasis fakta, tim juga melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di stasiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan di area stasiun maupun rangkaian kereta, gelang yang dimaksud tidak ditemukan,” bebernya lewat keterangan pers, Kamis (5/3/2026).
“Setiap laporan akan kami respons dan tindaklanjuti. Kami memastikan lingkungan stasiun tetap aman, adil, dan kondusif bagi seluruh pelanggan, pekerja, serta mitra usaha,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Eca penanggungjawab Kursi Sehat di Stasiun Surabaya Gubeng membenarkan kejadian itu. Menurutnya, penumpang menuduh gelang dicuri oleh A, petugas laki-laki yang saat itu melayaninya.
“Ibunya bilang, ‘Aku enggak mau tapi Masnya maksa, aku enggak mau tanganku dimasukin tapi Masnya maksa. Aku kesakitan waktu aku lepas gelangku sudah enggak ada’,” katanya menirukan kalimat penumpang.
Hasil pengecekan di lokasi tidak ditemukan, sementara dari rekaman CCTV, Eca menyebut penumpang hanya memakai 1 gelang, dan masih ada setelah pijat.
“Ibu itu tetap kekeuh bilang gelangnya dua, tinggal satu,” ungkapnya. Namun, penumpang itu, menurutnya, terus menuduh A untuk mengakui jika telah mengambil gelang miliknya.
Langkah selanjutnya, pihak tenant akan melakukan laporan polisi jika penumpang tetap melaporkan tuduhan tanpa bukti.
“Kalau memang ada laporan ya kita lapor balik. Tinggal lihat aja hasil CCTV-nya kayak gimana. Kalau enggak terbukti ya pasti kita lapor balik ya,” tuturnya.
Peristiwa itu sebelumnya viral diunggah di sosial media oleh akun @undercover.id disertai rekaman video yang menunjukkan petugas pria inisial A menangis usai diduga dituduh pelanggan atau penumpang kereta itu mencuri gelangnya. (lta/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
