Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan para orang tua untuk lebih siap menghadapi perjalanan arus balik Lebaran bersama anak, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang berpotensi menimbulkan kebosanan dan kelelahan.
Jasra Putra Wakil Ketua KPAI menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan suasana perjalanan yang nyaman sekaligus menyenangkan bagi anak selama di perjalanan.
Dia menyebut, salah satu cara sederhana namun efektif adalah menyiapkan makanan ringan yang sehat serta disukai anak.
“Saya berharap orang tua membawa camilan-camilan, makanan yang disukai oleh anak yang itu bergizi. Bukan camilan yang banyak micin dan seterusnya,” kata Jasra kepada suarasurabaya.net, Senin (23/3/2026).
Selain makanan, Jasra juga mendorong orang tua untuk membawa berbagai perlengkapan hiburan anak, seperti mainan, boneka, hingga buku gambar.
Menurutnya, aktivitas tersebut penting untuk mengalihkan perhatian anak selama perjalanan panjang, terutama saat terjebak kemacetan.
“Mainan-mainan atau boneka atau apapun yang disukai anak itu dibawa. Atau mungkin bisa juga buku-buku gambar, yang bisa anak-anak beraktivitas,” ujarnya.
Dia menambahkan, perjalanan arus balik Lebaran bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan anak. Interaksi seperti mengobrol dan bertanya kondisi anak dinilai penting agar perjalanan tidak terasa membosankan.
“Ini menempuh perjalanan yang cukup panjang, oleh sebab itu harus banyak dibangun dialog dengan anak, bertanya kepada anak,” kata Jasra.
Selain aspek psikologis anak, KPAI juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan. Kondisi kendaraan dan pengemudi harus dipastikan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Yang paling penting tentu kendaraan harus dalam kondisi prima, termasuk juga yang mengemudi,” tegasnya. (lea/saf/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
