Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta menunjukkan penguatan tipis jelang penutupan perdagangan, Kamis (26/3/2026) sore. Nilai tukar Rupiah bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen dari Rp16.904 per Dollar AS, dari penutupan sebelumnya Rp16.911 per Dollar AS.
Ibrahim Assuaibi analis pasar uang menyebut, penguatan Rupiah ini selaras dengan sentimen pasar yang mempertimbangkan adanya informasi mengenai sinyal diplomatik konflik Timur Tengah untuk negosiasi damai.
“Pasar mempertimbangkan sinyal diplomatik sementara dari Tehran, di mana para pejabat dilaporkan sedang meninjau proposal yang didukung AS yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan,” ucap Ibrahim seperti dikutip Antara, Kamis (26/3/2026).
Meskipun Iran belum menanggapi secara resmi terkait rencana itu, pasar menilai masih ada harapan menuju de-eskalasi konflik. Akan tetapi, ketidakpastian tetap membuat pedagang waspada, karena sebelumnya Iran secara terbuka mengungkap bantahan negosiasi dengan AS.
“Kurangnya kejelasan telah membuat para pedagang waspada,” jelasnya.
Pelaku pasar juga terus memantau harga minyak yang terus mengalami perubahan belakangan ini. Diketahui, harga minyak yang sangat fluktuatif ini terjadi karena aliran energi dari wilayah Teluk terganggu karena konflik di kawasan tersebut.
Minyak mentah Brent telah melonjak di atas 119 Dollar AS per barel awal bulan ini karena kekhawatiran gangguan pasokan.
“Selat Hormuz, jalur transit vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak global, tetap menjadi titik fokus pasar, dengan ancaman apapun terhadap pengiriman melalui jalur air tersebut kemungkinan akan memicu lonjakan harga lebih lanjut,” sebutnya.
Selain itu, Ibrahim menilai investor juga mengamati sinyal dari AS yang diprediksi akan melakukan tindakan lebih keras jika Iran tidak bersikap kooperatif. Sehingga, kian menambah ketidakpastian pasar.
“Investor juga mengamati dengan cermat sinyal dari Washington, di mana para pejabat telah memperingatkan akan adanya tindakan yang lebih keras jika Iran tidak terlibat secara konstruktif, yang menambah lapisan ketidakpastian lain pada prospek,” tandasnya.
Laju kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.903 per Dollar AS dari sebelumnya Rp16.905 per Dollar AS.(ant/mar/bil/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
