Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakalantas) turun 30 persen selama Operasi Ketupat 2026 dan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) dalam momen Idulfitri 2026. Dari tahun sebelumnya fatalitas yang mencapai 377, tahun ini turun menjadi 265.
Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri mengatakan penurunan fatalitas itu juga didorong terjaganya keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.
“Arus mudik dan arus balik dan rangkaian kegiatan Hari Raya Idulfitri cukup terkendali dari aspek Harkamtibmas, tidak ada peristiwa yang menonjol. Dari sisi Kamseltibcarlantas alhamdulillah jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun 30 persen,” kata Agus di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Senin (30/3/2026) dini hari.
Sedangkan peristiwa lakalantas turun tujuh persen dengan 112 kasus kejadian. Agus mengatakan penurunan peristiwa lakalantas dan fatalitas karena kerja sama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan stakeholder terkait lainnya.
“Demikian juga jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat ditambah KRYD, kegiatan rutin yang ditingkatkan, peristiwanya turun tujuh persen. Kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Kapolri, Operasi Ketupat itu adalah ‘Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia’,” imbuhnya.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan seluruh rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama arus balik gelombang kedua.
Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan mengatakan, keputusan tersebut dibuat berdasarkan koordinasi dengan Korps Lalu Lintas Polri dan Jasa Marga.
“Pemberlakuan one way sepenggal presisi atau one way lokal sepenggal presisi, pada pukul 24.00 kami nyatakan selesai atau kami nyatakan ditutup,” ujar Dudy.(lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
