Selasa, 31 Maret 2026

Nilai Aset Bank Jatim 2025 Capai Rp105,8 Triliun, Penyaluran Pinjaman Naik 42,93 Persen

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Konferensi pers Bank Jatim di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin (30/3/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Nilai aset PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencapai Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen (year on year).

Winardi Legowo Direktur Utama Bank Jatim mengatakan, komposisi aset berasal dari kontribusi aset produktif, yaitu peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 Triliun atau meningkat sebesar 4,98 persen (yoy), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy).

“Bank Jatim juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65 persen dari tahun sebelumnya. Dari angka penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) yang berhasil tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen (yoy) atau Rp 67,24 triliun tersebut, komposisinya terdiri dari kredit konsumer Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20 persen (yoy) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55 perssn (yoy),” kata Winardi di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin (30/3/2026).

Penyaluran pinjaman juga mengalami pertumbuhan yang kuat, naik 46,65 persen dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun. Laba bersih Bank Jatim secara konsolidasi juga turut mencatatkan kenaikan sebesar 24,80 persen (yoy), dari Rp1,296 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1,617 triliun pada tahun 2025.

“Capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang solid serta efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Katanya di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, Bank Jatim berhasil melewati tahun 2025 dengan kinerja solid.

Winardi menjelaskan, di tengah dinamisnya kondisi ekonomi, pihaknya telah menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Seperti menyeimbangkan pengelolaan dana pihak ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan juga penerbitan obligasi, untuk mendukung portofolio stable fund Bank.

Selain itu, Bank Jatim juga melakukan penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif. Bank Jatim juga memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer, disiplin dalam pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital, untuk meningkatkan pendapatan non bunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite.

”Nah, untuk mendukung visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui lima pilar utama. Yaitu aspek tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank,” imbuhnya.

Winardi menambahkan, di tahun 2025, fokus manajemen menekankan penetrasi dana murah, dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah.

Kinerja dana pihak ketiga, seperti giro sebesar Rp 21,4 triliun atau meningkat 12,5 persen (yoy). Kemudian dari sisi NoA, peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen (yoy), di mana total nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim mencapai 10,915,749.

Winardi juga menegaskan, manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah. Yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan presentase recovery rate sebesar 18,6% atau equivalen Rp192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Adapun total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp 4.17 triliun. (lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2026
26o
Kurs