Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak terpantau tetap tumbuh pasca awal tahun 2026. Hingga Februari, belum terlihat adanya dampak dari dinamika global, termasuk isu di Selat Hormuz.
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat arus petikemas pada Februari 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 1,36 persen secara month on month, dari 117 ribu TEUs pada Januari menjadi 119 ribu TEUs.
Kontribusi terbesar masih didominasi petikemas internasional sebesar 113 ribu TEUs, sementara domestik tercatat enam ribu TEUs. Secara keseluruhan, aktivitas di terminal ini didominasi layanan internasional.
“Kalau di tempat kami, sekitar 95 persen aktivitas itu internasional,” ujar Ardiansyah Humas Terminal Petikemas Surabaya.
Dari sisi perdagangan, arus ekspor pada Februari tercatat meningkat 3,77 persen menjadi 55 ribu TEUs. Sementara impor juga naik 1,79 persen menjadi 57 ribu TEUs.
Meski isu global seperti ketegangan di Selat Hormuz mencuat, TPS memastikan hingga saat ini belum ada dampak terhadap aktivitas logistik di Surabaya.
“Sejauh ini belum terlihat adanya keterlambatan maupun gangguan distribusi,” jelasnya.
Ia menyebut, dampak dari dinamika global umumnya baru akan terasa dalam rentang waktu empat hingga enam minggu setelah peristiwa terjadi. Karena itu, evaluasi lanjutan masih menunggu data pada bulan Maret.
Sementara itu, penurunan arus yang terjadi pada Maret disebut lebih dipengaruhi faktor libur Lebaran, bukan karena faktor eksternal global.
“Kalau di Lebaran memang arus pasti turun karena libur, jadi bukan karena Selat Hormuz,” tambahnya.
Dari sisi operasional, sebagai langkah antisipasi, TPS terus melakukan peningkatan layanan sebagai bentuk antisipasi. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas bongkar muat yang kini mencapai 50 hingga 51 kontainer per jam, melampaui standar 48 box per jam.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas logistik di Tanjung Perak hingga kini masih terjaga stabil, meski pelaku usaha tetap mencermati potensi dampak dari dinamika global ke depan. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
