Jumat, 3 April 2026

Trump Klaim Misi Militer AS di Iran Hampir Selesai

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS). Foto: Newsweek

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) pada, Rabu (1/4/2026) waktu setempat, mengatakan bahwa tujuan militer AS di Iran hampir usai.

“Malam ini, dengan senang hati saya sampaikan bahwa tujuan strategis utama ini hampir tercapai,” ucapnya dalam pidato mengenai Operasi Epic Fury seperti dikutip Anadolu.

Dalam empat minggu terakhir, Trump menegaskan bahwa angkatan bersenjata AS telah meraih “kemenangan yang cepat, tegas, dan telak.”

“Saya telah menegaskan sejak awal Operasi Epic Fury bahwa kami akan terus berlanjut hingga tujuan kami tercapai sepenuhnya. Berkat kemajuan yang telah kami capai, saya dapat mengatakan malam ini bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan militer Amerika dalam waktu dekat, sangat dekat,” tegasnya.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” imbuhnya.

Untuk diketahui, ketegangan regional telah meningkat sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang hingga kini telah merengut lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran saat itu.

Kemudian, Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat bermarkas aset militer AS. Akibatnya, sebanyak 13 anggota militer AS meninggal dunia dan sekitar 303 lainnya terluka sejak operasi dimulai.

Trump juga mengenang 13 anggota militer AS yang disebutnya telah mengorbankan nyawa mereka dalam pertempuran ini. “Kini, kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi yang telah mereka korbankan nyawa untuknya.”

Presiden AS itu juga menerangkan, pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Ia memperingatkan bahwa AS akan menyerang seluruh pembangkit listrik Iran apabila tidak ada kesepakatan.

“Kami belum menyerang minyak mereka, meskipun itu adalah target termudah dari semuanya, karena hal itu tidak akan memberi mereka kesempatan sekecil apa pun untuk bertahan hidup atau membangun kembali. Namun, kami bisa menyerangnya dan minyak itu akan lenyap, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghalanginya,” katanya.

Sementara terkait isu Selat Hormuz, Trump menyatakan bahwa pihaknya hampir tidak lagi mengimpor minyak melalui jalur tersebut. Ia juga menegaskan bahwa ke depan AS tidak akan bergantung pada pasokan minyak dari sana.

“Kami telah mengalahkan dan menghancurkan Iran sepenuhnya. Mereka hancur baik secara militer maupun ekonomi, serta dalam segala hal lainnya. Dan negara-negara di dunia yang memang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut. Mereka harus menghargainya. Mereka harus memanfaatkannya dan menjaganya. ujar Trump.

Presiden AS itu menyarankan kepada negara-negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar agar membeli minyak dari AS, atau berangkat sendiri ke Selat Hormuz untuk mengambil minyak disana.

“Lindungi, gunakan untuk kepentingan kalian sendiri. Iran pada dasarnya sudah hancur lebur. Bagian tersulit sudah lewat. Jadi seharusnya mudah. Dan bagaimanapun juga, ketika konflik ini berakhir, Selat itu akan terbuka dengan sendirinya. Selat itu akan terbuka dengan sendirinya,” pungkasnya.(ily/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
26o
Kurs