Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan jumlah pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tertinggi kedua secara nasional, dengan pendaftar mencapai 53.237 siswa.
Prof. Nurhasan Rektor Unesa mengatakan, animo itu karena faktor peningkatan kualitas pembelajaran dan sejumlah program promosi yang dilakukan kampusnya.
Salah satunya komitmen mengawal mahasiswa sejak awal masuk hingga menjadi alumni dengan kelas internasional di berbagai program studi, serta beragam beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), beasiswa bidang keagamaan, olahraga, seni, hingga bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.
“Peningkatan pembelajaran yang kami lakukan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. Hal ini diperkuat dengan berbagai program promosi, baik secara daring maupun luring, seperti kunjungan ke sekolah hingga roadshow ke daerah-daerah,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Faktor lain, Unesa secara terbuka menyediakan data nilai tahun-tahun sebelumnya, sehingga memudahkan pendaftar dalam mengukur peluang dan menentukan strategi pemilihan program studi.
“Keterbukaan ini membuat calon mahasiswa tidak perlu menerka-nerka. Mereka bisa menghitung peluangnya secara lebih rasional dan mengenal Unesa lebih dekat,” jelasnya.
Diketahui, Unesa meloloskan 25 calon mahasiswa baru jalur Golden Ticket pada SNBP 2026. Mereka bebas uang kuliah tunggal (UKT) selama delapan semester.
Prof. Martadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa menjelaskan skema ini berbeda dengan sebelumnya, yang hanya menyasar jalur mandiri.
Pendaftar Golden Ticket SNBP awalnya mencapai 1.500 orang, yang kemudian mengerucut kepada 600 peserta dinyatakan layak, sebelum akhirnya dipilih 25 terbaik.
Jalur yang tersedia meliputi bidang akademik, olahraga, seni, dan MTQ. Sementara untuk kategori konten kreator, Unesa mencatat belum ada pendaftar yang memenuhi kualifikasi standar kampus pada tahun ini.
Pihak kampus menyiapkan pendampingan khusus agar prestasi mahasiswa tetap terjaga. Unesa tidak ingin mahasiswa berprestasi justru mengalami penurunan kualitas atau kehilangan fokus saat menempuh studi di bangku perkuliahan.
“Inilah anak-anak istimewa yang perlu dirawat serta didampingi sehingga ketika masuk mereka tetap bisa berprestasi,” lanjut Martadi. (lta/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
