Ratusan jemaat menangis saat mengiringi ibadah Jalan Salib di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Jumat (3/4/2026) dalam rangkaian Tri Hari Suci pada Perayaan Paskah.
Pantauan suarasurabaya.net, ibadah Jalan Salib yang berlangsung sejak pagi tadi dilaksanakan mulai dari lapangan hingga masuk ke dalam gereja. Berbeda dari tahun lalu, yang mana visualisasi 14 perhentian Yesus dilakukan hanya di dalam gereja saja.

Sejak ibadah Jalan Salib dimulai, yang ditandai dengan dilakukannya peradilan terhadap Yesus oleh Pontius Pilatus, beberapa jemaat terpantau telah menangis.
Inneke salah satu jemaat gereja mengungkap, tangisan yang keluar sebagai pengingat terhadap penderitaan Yesus dalam menanggung dosa manusia.
“Setiap perhentian, dari yang pertama sampai yang ke-14 kami memanjatkan doa dan memohon ampunan karena kita semua berdosa,” katanya, diwawancara awak media.

Isak tangis jemaat semakin memuncak saat adegan paling emosional ditampilkan yakni, saat Yesus terjatuh untuk ketiga kalinya, kemudian pakaiannya ditanggalkan dan menerima cambukan dari para prajurit Pilatus, hingga dia disalib dan wafat.
Romo Ignatus Priyambodo menerangkan bahwa ibadah Jalan Salib diadakan bersamaan dengan Jumat Agung karena menyesuaikan dengan hari di mana Yesus disalib dan wafat.
“Jalan salib adalah salah satu ibadat umat Katolik yang selalu dijalani setiap masa pra Paskah. Biasanya jalan salib diadakan setiap hari Jumat, sesuai dengan hari di mana Yesus disalibkan dan wafat,” ungkapnya.
Adapun 14 perhentian yang juga ditampilkan dalam ibadah Jalan Salib, sekaligus menjadi napak tilas kisah sengsara Yesus mulai dari diadili sampai dimakamkan.(kir/wld/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
