Jumat, 3 April 2026

Menag Dorong Budaya Kerja Hemat Energi di Rumah dan di Kantor

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Nasaruddin Umar Menteri Agama (Menag) RI ketika diwawancarai awak media di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ghoziny, Sidoarjo pada Selasa (30/9/2025). Foto: M. Irfan Azhari Mg suarasurabaya.net

Kementerian Agama menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif, sekaligus mendukung praktik hemat energi di lingkungan Kementerian Agama.

Nasaruddin Umar Menteri Agama mengatakan, langkah yang diterapkan adalah pengaturan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, serta mendorong ASN untuk memprioritaskan penggunaan transportasi umum.

Selain itu, Kementerian Agama juga terus mengoptimalisai pelaksanaan rapat dan koordinasi secara daring. Penggunaan teknologi dianggap mampu menghemat energi.

“Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong pola hidup yang lebih hemat energi. Pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari solusi agar pekerjaan tetap berjalan optimal tanpa ketergantungan pada mobilitas tinggi,” ujar Nasaruddin Umar pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/3/2026).

Tapi penghematan tidak hanya dilakukan di Kementerian Agama, seluruh satuan kerja didorong menggunakan listrik secara bijak, baik di lingkungan kantor maupun di rumah, sebagai bagian dari pembiasaan budaya hemat energi.

Kemudian, Menag juga bakal mengelola perjalanan dinas, baik dalam negeri maupun luar negeri. Katanya perjalanan dinas bakal dilakukan dengan bijak sesuai prinsip penghematan.

“Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Menag.

Belakangan pemerintah tengah gencar mendorong penghematan energi di Indonesia. Salah satu yang menyerukannya adalah Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Bahlil meminta masyarakat berhemat di tengah krisis BBM buntut konflik di Timur Tengah. Bahlil mencontohkan berhemat gas saat memasak.

“Saya memohon, menyarankan agar ayok, kita harus menggunakan energi dengan bijak. Yang tidak perlu, saya sarankan jangan. Contoh, menyatakan, kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” ucap Bahlil di Colomadu dalam siaran YouTube Kementerian ESDM, dikutip Jumat (27/3/26).

Selain itu masyarakat juga diminta berhemat dalam penggunaan komoditas energi, demi pasokan energi yang lebih baik.

“Karena bantuan ini kita harus betul-betul minta rakyat untuk kita bersama-sama untuk memakai energi yang bijaksana. Kalau ini kita mampu melakukan bersama-sama Insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik,” jelasnya.(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
32o
Kurs