Selasa, 7 April 2026

Menkeu Proyeksikan Defisit APBN dan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Bakal Lebih Bagus

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih bagus ketimbang tahun lalu. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,5 persen.

“Kan di tabel keempat temunya 5.39 persen. Sekarang katanya bisa lebih dari itu. Mudah-mudahan lebih di atas 5,5 persen. Kalau lihat angka-angka yang ada di perekonomian sepertinya bisa di atas 5,5 persen,” ungkap Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Katanya perbaikan pertumbuhan ekonomi di 2026 bakal membawa efek yang baik ke depan. Lantaran anggaran bisa disalurkan dengan lebih konsisten.

“Jadi kalau ekonominya bagus, pendapatan saya bagus, nanti uang yang saya bagi ke Kementerian Lembaga juga lebih konsisten bisa bisa lebih banyak sedikit, harusnya ekonomi kita akan membaik terus ke depan,” ungkapnya.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan lebih baik, Purbaya juga mengungkap optimismenya soal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau Anda lihat dari defisit APBN, kan waktu itu kita umumkan di 2,91 persen tahun 2025. Ternyata ada indikasi sekarang defisitnya lebih bagus dari segitu. Mungkin di kisaran 2,8 persen sekarang lagi diaudit oleh BPK, tapi kelihatannya ke sana,” ujarnya.

Purbaya menekankan, perbaikan kondisi ekonomi dan defisit APBN bisa digunakan sebagai momen memperbaiki kondisi di dalam negeri ke depannya.

“Jadi kondisi anggaran kita tidak seburuk yang kita duga sebelumnya. Dan yang paling penting adalah dengan defisit masih terjaga pada waktu itu, kita bisa menciptakan pembalikan arah ekonomi,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y).(lea/lta/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs