Selasa, 7 April 2026

IHSG Ditutup Melemah ke 6.971, Tertekan Konflik AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 18,40 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.971,03, pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) sore.

Maximilianus Nico Demus pakar pasar saham mengatakan bahwa pelemahan dipengaruhin oleh ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“IHSG dan bursa regional Asia tertekan di tengah ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah yang masih berlanjut, perkembangan eskalasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran terus menjadi perhatian pelaku pasar,” ujar Nico seperti dilansir Antara.

Sementara itu, indeks LQ45 atau kelompok 45 saham unggulan turun 6,10 poin atau 0,86 persen ke posisi 701,66.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati potensi negosiasi gencatan senjata antara AS dengan Iran, di tengah perhatian pasar pada konflik, serta ancaman Donald Trump Presiden AS untuk membuka Selat Hormuz.

Meski retorika meningkat, kedua pihak masih membahas kerangka perdamaian, harga minyak ikut naik akibat kekhawatiran pasokan global. Selain itu, menyusul munculnya proposal perdamaian yang digagas oleh mediator internasional.

Sebelumnya, AS dan Iran bersama mediator juga dilaporkan tengah membahas potensi gencatan senjata 45 hari, sebagai bagian dari kesepakatan dua tahap yang dapat mengarah pada perdamaian permanen.

Namun demikian, situasi menjadi berbeda, yang mana terkait tenggat waktu yang diberikan AS.

Iran menginginkan pengakhiran perang secara total namun tetap menutup jalur distribusi minyak dunia, meski mendapat tekanan internasional.

Hal tersebut memicu ancaman dari Trump yang menyatakan akan melumpuhkan fasilitas pembangkit listrik dan jembatan di Iran apabila tenggat waktu kesepakatan dilanggar, tanpa memedulikan label kejahatan perang atas tindakan tersebut.

Dari dalam negeri, selain tekanan global juga dibayangi tekanan dalam negeri, yang mana rupiah menyentuh level Rp17.106 per dolar AS.

Terdepresiasinya nilai rupiah dampak dari eskalasi di kawasan Timur Tengah, yang memiliki efek tensi geopolitik global dan juga ancaman serangan AS ke fasilitas infrastruktur Iran.

Ketidakpastian berakhirnya konflik di Timur Tengah, memiliki dampak terhadap kondisi dalam negeri yang akhir terbebani fiskal, sehingga dikhawatirkan akan mengalami potensi melebarnya defisit APBN.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, toga sektor menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,56 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor energi yang naik masing-masing 0,54 persen dan 0,27 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi yaitu sektor industri turun paling dalam minus sebesar 2,51 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing 1,80 persen dan 0,96 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PMJS, KUAS, ESIP, IFSH, dan MEGA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni CHEM, KKGI, NSSS, FWCT, FORE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.767.356 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,16 miliar lembar saham senilai Rp13,48 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 407 saham menurun, dan 158 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 112,82 poin atau 0,21 persen ke 53.526,50, indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, indeks Shanghai menguat 10,07 poin atau 0,26 persen ke 3.890,16, sedangkan indeks Strait Times melemah 14,39 poin atau 0,29 persen ke 4.958,01.(ant/ily/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
27o
Kurs