Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai lonjakan harga plastik yang dilaporkan mencapai hingga 50 persen masih berada dalam batas terkendali.
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan bahwa pemerintah belum mengambil langkah intervensi karena masih mengkaji penyebab utama kenaikan harga.
Ia menegaskan, penting untuk memastikan apakah lonjakan tersebut dipicu oleh faktor energi atau gangguan lain dalam rantai pasok.
“Jadi, kita lihat saja ke depan seperti apa. Ini dampak kenaikan BBM bukan, tapi yang jelas katanya harga plastik sudah naik. Tapi secara umum masih terkendali,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, respons kebijakan tidak bisa dilakukan secara seragam. Pemerintah harus terlebih dahulu mengidentifikasi jenis inflasi yang terjadi agar langkah yang diambil tidak justru menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Kalau saya sih kita monitor terus, kita waspada, kita lihat sumbernya di mana, kita pelajari betul,” katanya.
Purbaya menjelaskan, terdapat dua jenis inflasi yang menjadi perhatian utama pemerintah, yakni demand pull inflation dan cost push inflation. Jika inflasi disebabkan oleh lonjakan permintaan atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat, maka diperlukan kebijakan untuk meredam laju ekonomi.
“Kalau inflasinya karena permintaan yang terlalu tinggi, ekonomi tumbuh terlalu cepat sehingga harga naik, maka pertumbuhan harus diperlambat. Biasanya bank sentral yang bergerak lebih dulu, baru kebijakan fiskal menyesuaikan,” jelasnya.
Namun, jika inflasi dipicu oleh kenaikan biaya produksi atau bahan baku, maka pendekatan kebijakan menjadi lebih kompleks. Dalam kondisi ini, pengetatan ekonomi tidak serta-merta mampu menurunkan harga.
“Kalau cost push, kebijakan bank sentral tidak terlalu efektif. Fiskal juga harus dipertimbangkan matang, karena meskipun ekonomi diperlambat, harga belum tentu turun karena memang biaya produksinya naik,” tegasnya.
Sementara itu, di Surabaya, Pemerintah Kota mulai mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi menghadapi lonjakan harga plastik. Salah satu langkah yang disarankan adalah mencari alternatif bahan kemasan.
Mia Santi Dewi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini berkisar antara 30 hingga 60 persen. Ia menyebut kondisi tersebut dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global.
“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 persen. Ini dipicu pasokan global dan harga energi dunia yang tidak bisa kita hindari,” ujar Mia.
Dia menambahkan, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperparah rantai pasok bahan baku plastik, sehingga berdampak langsung pada harga di dalam negeri. (lea/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
