Rabu, 8 April 2026

Iran Konfirmasi Kesepakatan Gencatan Senjata selama Dua Pekan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Masyarakat Iran berkumpul untuk merayakan gencatan senjata di Teheran pada 8 April 2026. Foto: WANA

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu.

Dilaporkan Kantor Berita Mehr pada Rabu (8/4/2026), kesepakatan tersebut disebut merupakan hasil negosiasi yang difasilitasi Pakistan dan telah mendapat persetujuan dari Ayatollah Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Dalam pernyataan resminya, Dewan menyebut gencatan senjata ini sebagai “kemenangan bagi Iran”, sekaligus membuka jalan bagi perundingan lanjutan yang direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

“Kesepakatan ini merupakan kemenangan bagi Iran, dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan permanen akan dilanjutkan di Islamabad,” demikian kutipan pernyataan tersebut, dilansir dari Al Jazeera.

Iran menegaskan bahwa proses negosiasi akan berlangsung dalam suasana penuh kehati-hatian, terutama terhadap Amerika Serikat. Pemerintah Iran mengalokasikan waktu dua minggu untuk pembicaraan awal, dengan kemungkinan perpanjangan apabila disepakati kedua belah pihak.

“Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses ini,” tulis Dewan dalam pernyataannya.

Di dalam negeri, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional selama periode gencatan senjata. Seluruh elemen masyarakat, termasuk elite politik, diminta mendukung proses diplomasi yang sedang berlangsung dan menghindari pernyataan yang berpotensi memecah belah.

“Negosiasi ini adalah negosiasi nasional dan kelanjutan dari proses di lapangan. Semua pihak harus mempercayai dan mendukungnya, serta menghindari pernyataan-pernyataan yang memecah belah,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski membuka ruang diplomasi, Iran tetap menegaskan kesiapan militernya. Dewan menyatakan bahwa keberhasilan di medan perang akan menjadi faktor penentu dalam proses negosiasi politik. Jika tuntutan Iran tidak terpenuhi, opsi militer tetap terbuka.

“Tangan kita berada di pelatuk, dan jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalas dengan kekuatan penuh,” tegas Dewan. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 8 April 2026
32o
Kurs