Rabu, 8 April 2026

Kementerian PPPA Dorong Ketahanan Pangan Melalui Program Kebun Pangan Lokal Perempuan

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Kiri-kanan: Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka Wakil Kepala BKKBN, Veronica Tan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan Irene Umar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif ketika memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal melalui program inovatif, yakni kebun pangan lokal perempuan.

Veronica Tan Wakil Menteri PPPA menekankan pentingnya peran perempuan dalam setiap tahapan pembangunan ketahanan pangan.

“Coba menjadikan sebuah komunitas penguatan psikolog secara komunal, menjadi tempat parenting, tapi di samping itu kita juga membuat sebuah program entry point. Program pemberdayaan perempuannya, melalui kebun pangan lokal perempuan berdasarkan daerah,” kata Veronica usai “Dialog Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Peningkatan partisipasi perempuan untuk memperkuat ketahanan pangan di setiap daerah, dinilai penting untuk mengatasi permasalahan transportasi dan jalan, yang selama ini memengaruhi harga pangan di daerah.

Menurutnya, tingkat partisipasi perempuan harusnya ditargetkan, sehingga efeknya terhadap ekonomi bakal terlihat.

“Jadi program kebun pangan lokal perempuan, dengan kepemimpinan perempuan di Musrembang dan afirmatis action yang akan kita lakukan untuk perempuan targetnya berapa puluh persen, itu harus perempuan. Itu kita targetkan di desa sebagai bagian dari pembangunan. Semoga ini bisa menjadi sebuah pembangunan dari ketahanan keluarga menjadi sebuah ekonomi,” tambahnya.

Jawa Timur juga masuk salah satu daerah yang dikembangkan potensi perempuan-perempuannya. Di mana Kementerian PPPA bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Sudah bekerja sama dengan Kementan. Kita coba di dalam delapan lokasi yang memang titik padat dan juga 3T. Jadi Maluku Utara, NTT masuk, selain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat masuk, Sulsel juga masuk,” ungkapnya.

Tanah yang bakal digunakan untuk program kebun pangan lokal perempuan adalah tanah perhutanan sosial, tanah dari daerah, tanah terbengkalai.

Ketahanan pangan menjadi indikator kesejahteraan suatu masyarakat, di mana ada banyak permasalahan yang mempengaruhinya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga pangan adalah kondisi cuaca ekstrem, seperti, banjir, kekeringan, atau perubahan pola musim, dapat menghambat produksi pertanian dan mengurangi pasokan pangan, yang berdampak pada peningkatan harga pangan di Indonesia.

Kenaikan harga pangan juga dapat mempengaruhi daya beli konsumen, dan mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dampak lainnya adalah meningkatnya tingkat ketidakpastian pangan di kalangan masyarakat. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 8 April 2026
29o
Kurs