Sebanyak 35 siswa perwakilan dari beberapa sekolah di bawah naungan Yayasan GITA KIRTTI (GIKI) Surabaya mengunjungi Suara Surabaya Media pada Rabu (8/4/2026).
Sekolah-sekolah tersebut antara lain SD GIKI 1 Surabaya, SMP GIKI 1 Surabaya, SMP 2 GIKI Surabaya, SMP 3 GIKI Surabaya, SMA 1 GIKI Surabaya, SMA 2 GIKI Surabaya, SMA 3 GIKI Surabaya, dan SMK GIKI 1 Surabaya.
Acara kunjungan dimulai dengan sesi materi public speaking yang dibawakan Fabian Yudhistira penyiar Radio Suara Surabaya.
Di sesi itu, para siswa mempelajari tentang dasar-dasar dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan saat menyampaikan pesan kepada audiens, seperti tahapan mengelola grogi, empat pilar vokal, postur tubuh saat berbicara, hingga penyusunan script sederhana.
Selain mendengarkan materi, para siswa juga aktif bertanya mengenai tips dalam mengatasi berbagai kendala saat berbicara di depan publik, seperti menghadapi audiens yang pasif hingga menghadapi perubahan situasi acara sebagai Master of Ceremony (MC).

“Dari materi yang telah disampaikan, saya mendapatkan pelajaran tentang public speaking, gestur, serta intonasi yang mungkin berguna untuk praktik kedepannya,” ungkap Revan Oktavisen siswa SMA GIKI 1.
Herry Pramono, salah satu guru pendamping sekaligus ketua pelaksana kegiatan kunjungan ini, mengatakan tujuan kunjungan ini sebagai wadah publisitas Yayasan GIKI Surabaya sekaligus menjadi kunjungan edukasi para siswa.
“Untuk menambah wawasan siswa-siswi, terutama dengan public speaking. Kemudian kita juga promosi sekolah kami. Yayasan GIKI kan ada tiga, jadi GIKI 1, 2, dan 3, semuanya kita ajak perwakilan,” ucapnya saat mengudara di Radio SS, Rabu.

Dia juga menyampaikan harapannya dalam kesempatan ini mengenai tingkat penerimaan siswa baru di sekolah Yayasan GIKI Surabaya serta manfaat materi public speaking yang disampaikan kepada para siswa.
“Untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) itu bisa meningkat. Tadi juga ada pemberian materi tentang public speaking, itu juga sangat menambah pengetahuan buat anak-anak. Terutama di sekolah kan, biasanya untuk belajar juga perlu public speaking untuk maju di depan kelas, atau di acara-acara kegiatan sekolah,” ujar Herry saat diwawancara.(vve/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
