Senin, 13 Juli 2026

Pemerintah Berencana Membentuk Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investor Asing

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prabowo Presiden memberikan arahan dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026), di Istana Negara, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Prabowo Subianto Presiden mengatakan, Pemerintah di bawah kepemimpinannya berencana membentuk Pusat Finansial Khusus (special financial center).

Nantinya, Pusat Finansial Khusus bertugas mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman, di tengah gejolak geopolitik global.

Dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026), di Istana Negara, Jakarta, Presiden bilang, sekarang Pemerintah sedang mencari lokasi yang pas untuk kantor special financial center.

“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” ujarnya.

Menurut Prabowo, usulan tersebut sudah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dengan target lokasi di Provinsi Bali.

RI 1 menilai, usulan itu sekarang semakin relevan untuk menunjukkan iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Kepala Negara bilang, banyak Warga Negara Rusia dan Ukraina yang pindah bahkan menetap di Bali sejak kedua negara terlibat perang pada tahun 2022.

Prabowo optimistis pembentukan Pusat Finansial Khusus bisa menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, tapi ragu-ragu lantaran meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

“Sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang?Indonesia salah satu yang paling diminati,” katanya.

Presiden menambahkan, selain menghadirkan tantangan, krisis global juga menciptakan peluang emas baru.

Gejolak global, kata Prabowo, merupakan momentum yang pas buat Indonesia menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.

“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi, ini juga harus membuat kita sekarang bekerja lebih keras, bekerja lebih teliti,” ucap Prabowo.

Sebelumnya, Presiden menyebut sedikitnya ada tiga ancaman krisis yang perlu diantisipasi setiap negara akibat ketidakstabilan geopolitik global, yaitu pangan, energi, dan air.

Ketiga sektor tersebut diyakini sebagai faktor penentu keselamatan bangsa yang sudah diproyeksikan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.(rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
32o
Kurs