Jumat, 10 April 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 2 Bakal Lebih Baik

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026). Foto: Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2026 bakal lebih baik ketimbang prediksi pertumbuhan di kuartal I. Dia memprediksi bakal terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Nanti kan akan terus membaik. Kalau program kita betul, harusnya akselerasi akan berjalan terus. Cuman saya mesti lihat dulu pertumbuhan-pertumbuhan (kuartal) pertama seperti apa. Kalau saya lihat sih dari data-data yang ada sepertinya sih cukup baik pertumbuhan pertama. Itu saya pikir kalau di atas 5,5 kan sudah clear bahwa kita sudah betul-betul berbelok ekonominya,” ungkap Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/2/2026).

Menkeu menjelaskan, angka pertumbuhan ekonomi kuartal I menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2026. Menurutnya, kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa sesuai prediksi, yaitu mencapai 5,5 persen, maka pertumbuhan ekonomi kuartal II diproyeksikan bisa meningkat.

“Itu saya harapkan merubah sentimen para pelaku bisnis, dan kita yakin dengan desain pembangunan yang sekarang harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya,” katanya.

Saat ditanya apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia di dorong aktivitas ekonomi pada bulan Ramadan dan idulfitri, Menkeu menyebut bahwa tidak terlalu signifikan.

“Kata siapa? Tahun lalu lebaran membleh (ekonomi stagnan). Jadi bukan musiman aja, tahun lalu sepi kan? Dibandingkan sekarang. Sekarang dimana-mana macet, semua udah pada belanja. Jadi memang ada desain ekonomi yang membuat ekonominya tumbuh lebih cepat. Jadi bukan karena lebaran aja,” ujarnya.

Purbaya menekankan, desain ekonomi yang dijalankan pemerintahlah yang mendorong adanya pertumbuhan ekonomi.

“Kan saya lihat semua likuiditas seperti apa, belanja dipercepat. Yang enggak efisien kita buat lebih efektif lagi, gebrak sana gebrak sini. Akibatnya pemintaan lebih cepat dibanding tahun lalu kan, 30 persen kalau enggak salah. 30 persen lebihlah, belanja itu. Terus pajaknya juga tumbuh 20 persen lebih. Artinya aktivitas aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik,” pungkasnya.

Sebelumnya pemerintah memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 kuat dan stabil di tengah gejolak geopolitik global. Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi rumah tangga.

“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen. Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54 persen dari PDB,” jelas Airlangga.

Sementara Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuuhan ekonomi Indonesia pada 2026, awalnya 4,8 persen menjadi 4,7 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi didorong tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 10 April 2026
31o
Kurs