Sabtu, 11 April 2026

Israel Marah ke Presiden Korsel Usai Unggah Video Pembunuhan Anak Palestina

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Militer Israel melakukan penahanan terhadap seorang anak Palestina di Tepi Barat. Foto: Anadolu

Pemerintah Israel marah dan memprotes keras Lee Jae Myung Presiden Korea Selatan, setelah ia membagikan video yang diduga memperlihatkan aksi kekerasan tentara Israel terhadap seorang anak Palestina di plaform X miliknya.

Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan resminya menyebut unggahan tersebut “tidak dapat diterima”. Israel menilai pernyataan Lee didasarkan pada sumber yang tidak valid serta mengangkat kembali insiden lama yang disebut telah diselidiki.

“Pernyataan Lee Jae Myung Presiden Korea Selatan tidak dapat diterima dan patut mendapat kecaman keras,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel melalui media sosial yang dikutip kantor berita Anadolu, Sabtu (11/4/2026).

Israel juga menuding Lee menggunakan informasi dari akun palsu yang menyebarkan disinformasi anti-Israel. Video yang dibagikan disebut merupakan kejadian pada 2024 yang telah ditangani oleh otoritas setempat.

Menurut Israel, insiden tersebut terjadi saat operasi militer menghadapi ancaman langsung, dan telah melalui proses investigasi menyeluruh. Pemerintah Israel juga menyayangkan tidak adanya komentar dari Lee terkait serangan yang mereka sebut dilakukan oleh Iran dan Hizbullah terhadap warga Israel.

Untuk diketahui, Lee mengunggah ulang sebuah video di platform X, yang menampilkan tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina sebelum melemparkannya dari atap bangunan.

Dalam unggahannya, Lee menekankan pentingnya verifikasi atas keaslian video tersebut serta langkah yang telah diambil terkait insiden itu. Ia juga menyoroti seriusnya dugaan pelanggaran kemanusiaan dalam situasi perang.

“Tindakan pembunuhan di masa perang tidak berbeda dengan isu yang kita kecam, seperti perbudakan perempuan penghibur dan pembantaian orang Yahudi,” tulis Lee dalam unggahan ulang itu.

Lee menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi pada September 2024. Ia juga menyebut bahwa pihak Gedung Putih sebelumnya menilai kejadian itu sebagai sesuatu yang “mengganggu”, sementara Israel mengklaim telah melakukan investigasi dan mengambil tindakan.

Dalam pernyataan lanjutan, Lee mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons Israel yang dinilai tidak mencerminkan refleksi atas kritik global.

“Sangat disayangkan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel tidak menunjukkan refleksi atas kritik komunitas internasional terhadap tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional,” ujarnya. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 11 April 2026
32o
Kurs