Senin, 20 April 2026

ITS Perkuat Komitmen Hilirisasi Lewat Pengukuhan 176 Insinyur Baru

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Para insinyur baru dari PSPPI ITS melafalkan sumpah insinyur pada Pelantikan Profesi Insinyur di Grha Sepuluh Nopember ITS. Foto: ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmennya melahirkan sumber daya unggul lewat pelantikan profesi insiyur Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), dari Sekolah Interdisiplin Manajemen Teknologi (SIMT) ITS.

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 176 insinyur baru yang terdiri atas dosen, tenaga ahli, dan praktisi dari berbagai sektor resmi dikukuhkan. Sehingga saat ini, ITS telah mencetak sebanyak 1.781 orang insinyur.

Prof. Bambang Pramujati Rektor ITS menyatakan bahwa profesi insiyur memikul tanggung jawab besar dalam peradaban. Menurutnya, insinyur tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi mampu mengaplikasikan ilmunya untuk bangsa.

“Keahlian insinyur hendaknya dimanfaatkan untuk membangun peradaban masyarakat,” katanya, pada Minggu (19/4/2026).

Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu menekankan bahwa penelitian yang dihasilkan insinyur tidak boleh berhenti di perpustakaan, melainkan perlu dihilirisasi menjadi solusi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan kementerian dan mitra industri agar hasil riset dapat diimplementasikan secara luas. “Hal tersebut juga memperkuat peran insinyur sebagai penggerak inovasi dan pembangun nasional,” imbuhnya.

Andi Amran Sulainan Menteri Pertanian (Mentan) yang turut hadir menjadi keynote speaker dalam pengukuhan tersebut, menekankanya bahwa insiyur memiliki peran sebagai penggerak transformasi industri di Indonesia.

“Insinyur tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi motor dalam hilirisasi industri nasional,” ucapnya.

Ia mengingatkan, atribut yang dikenakan dalam prosesi pelantikan bukan sekadar simbol seremonial. Toga dan helm insinyur menurutnya, merepresentasikan tanggung jawab besar sebagai agen perubahan yang membawa inovasi nyata bagi masyarakat.

“Di tangan insinyur, hilirisasi dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Mendukung peran insinyur sebagai penggerak inovasi, Gentur Prihantono Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim menekankan bahwa pelantikan tersebut merupakan peneguhan komitmen para insinyur yang ditandai dengan sumpah profesi yang menegaskan komitmen insinyur terhadap tanggung jawab moral dan etika.

“Insinyur juga perlu ingat pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas,” ucapnya.

Melalui pelantikan tersebut, ITS menegaskan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-9 tentang Infrastruktur, Industri dan Inovasi.

Gentur berharap para insinyur baru mampu tumbuh menjadi sosok yang berintegritas. “Momentum ini diharapkan menjadi kompas bagi para insinyur dalam melangkah,” pungkasnya. (ris/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
34o
Kurs