Selasa, 28 April 2026

Menteri PPPA Minta Posisi Gerbong Khusus Wanita Dipindah Demi Keamanan

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Arifah Fauzi Menteri PPPA di Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto Humas PPPA

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengevaluasi posisi penempatan gerbong khusus perempuan, yang selama ini ada di depan dan belakang rangkaian kereta commuter line (KRL). Arifah Fauzi Menteri PPPA menyarankan gerbong khusus perempuan dipindahkan ke tengah rangkaian demi keselamatan.

“Tadi kami sudah sempat menyampaikan ke PT KAI, kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman,” katanya.

Hal ini disampaikan Arifah saat melayat ke rumah duka di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). Di mana kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh yang mengakibatkan Nurhayati salah satu pengurus Muslimat NU meninggal dunia.

“Jadi kami atas nama keluarga besar Pimpinan Pusat Muslimat NU mengucapkan dukacita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi. Mudah-mudahan almarhumah diterima dan ditempatkan di tempat yang terbaik,” ucapnya.

Meski begitu, Arifah mengatakan, kecelakaan merupakan musibah yang tidak diinginkan siapapun.

“Ini musibah tidak ada yang menghendaki. Saya melihat bahwa dari KAI juga selama ini sudah sangat baik pengaturannya,” tuturnya.

Di sisi lain, Arifah juga mendorong pemulihan fisik dan psikis korban. Ia juga meminta perusahaan tempat para korban bekerja memberikan kelonggaran selama masa pemulihan, tanpa mengurangi hak-hak pekerja.

“Kemudian yang kedua adalah, pemulihan ini bukan secara fisik, tetapi secara psikologis, karena ini kan ada trauma dan lain sebagainya. Kami mengupayakan bagi mereka yang sebagai pekerja, mohon dari perusahaannya untuk memberikan keringanan, memberikan perhatian khusus, sampai betul-betul sembuh dan kembali kerja, tanpa ada potongan apapun, haknya bisa terpenuhi. Ini yang sedang kami upayakan,” pungkasnya.

Saat ini tim PT KAI fokus menyelesaikan evakuasi kereta dan pemulihan di Stasiun Bekasi Barat.

Kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line terjadi di stasiun Bekasi Timur, menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka dari kecelakaan pada lokomotif khusus perempuan di Stasiun Bekasi Timur.

Korban dilarikan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
27o
Kurs