Petanque Indonesia serius memantapkan strategi besar untuk menembus persaingan di level Asia hingga dunia. Fokus utama kini diarahkan pada penguatan pembinaan atlet, standarisasi kualitas di daerah, serta kesiapan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) dalam Rakernas di Surabaya pada akhir pekan lalu.
Selain memperbaiki capaian sebelumnya, organisasi juga menargetkan peningkatan performa atlet agar mampu bersaing di ajang kontinental dan global.
Abdul Hafidz Wakil Sekretaris Jenderal PB FOPI menegaskan bahwa agenda di Surabaya menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi nasional dalam pembinaan atlet.
“Momen ini sangat penting untuk menyatukan visi, mengimbangi program tahun 2025, serta menyusun strategi latihan 2026 dan 2027. Target kita jelas, petanque Indonesia harus semakin kompetitif di level Asia dan dunia,” ujarnya.
Selain itu, peluang Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan petanque Asia turut menjadi pendorong utama percepatan program. PB FOPI menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
I Nyoman Yamadhiputra Sekretaris Jenderal PB FOPI menyebut bahwa perkembangan organisasi yang kini telah menjangkau seluruh provinsi menjadi modal penting dalam membangun kekuatan nasional yang merata.
“Kita tidak hanya bicara agenda tahunan, tetapi bagaimana organisasi ini semakin solid. Indonesia juga memiliki salah satu venue indoor terbaik di Asia Tenggara, sehingga dipercaya menjadi kandidat kuat tuan rumah kejuaraan Asia,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari pihak akademisi. Bachtiar Sjaiful Bachri Wakil Rektor II Universitas Negeri Surabaya menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung peningkatan prestasi melalui inovasi dan fasilitas olahraga yang dimiliki. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
