Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak ke zona hijau seiring aksi bargain hunting atau aksi membeli saham saat harga murah yang dilakukan oleh pelaku pasar.
IHSG ditutup menguat 28,84 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.101,23, pada Rabu (29/4/2026) sore. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,82 poin atau 0,27 persen ke posisi 684,14.
Maximilianus Nico Demus pakar saham mengatakan, kenaikan signifikan pada kontrak berjangka saham AS juga turut memberikan dukungan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini.
“IHSG menguat terbatas karena adanya aksi beli saat harga murah (bargain hunting) mengangkat sentimen, sementara kenaikan signifikan pada kontrak berjangka saham AS turut memberikan dukungan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini,” ujar Nico yang dilansir Antara.
Dari dalam negeri, penguatan indeks tertahan oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data domestik penting pada akhir pekan, termasuk inflasi periode April 2026 dan neraca perdagangan Maret 2026.
Sementara dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak variatif seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang kembali meningkat, menjelang rencana pertemuan bulan depan antara Donald Trump Presiden AS dan Xi Jinping Presiden China.
AS meningkatkan pengawasan terhadap hubungan China dengan Iran, dengan menjatuhkan sanksi pada sebuah kilang besar, serta memperingatkan bank-bank China tentang kemungkinan sanksi sekunder jika mereka terus memfasilitasi aktivitas yang terkait dengan Iran.
IHSG yang dibuka menguat betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik 2,67 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing 1,60 persen dan 1,35 persen.
Sektor Industri dan Teknologi Jadi Penopang
Sedangkan dua sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 0,19 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INOV, TOOL, KONI, BAPA, dan ICON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DEFI, LMPI, KJEN, PPRE, LCKM.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.454.212 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,97 miliar lembar saham senilai Rp17,24 triliun. Sebanyak 379 saham naik, 282 saham menurun, dan 154 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 619,90 poin atau 1,02 persen ke 59.917,46, indeks Hang Seng menguat 432,06 poin atau 1,68 persen ke 26.111,84, indeks Shanghai menguat 28,88 poin atau 0,71persen ke 4.107,51, sedangkan indeks Strait Times melemah 26,72 poin atau 0,55 persen ke 4.860,97.(ant/ily/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

