Minggu, 10 Mei 2026

PDI Perjuangan Targetkan 15 Kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Armuji Ketua DPC PDIP Surabaya saat memberikan sambutan dalam Musancab PAC PDI Perjuangan se-Kota Surabaya, Minggu (10/5/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

PDI Perjuangan menargetkan kembali meraih 15 kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029 mendatang.

Hal itu disampaikan Deni Wicaksono Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Deni mengatakan, Kota Surabaya sebagai “kandang banteng” harusnya tetap menjadi kekuatan utama PDI Perjuangan secara nasional. Namun, kekuatan itu agaknya menurun pada 2024 lalu.

“Hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi serius setelah kursi PDIP di DPRD Surabaya turun menjadi 11 kursi. Surabaya adalah kota dengan kategori kuat, tetapi kursinya masih jauh dari harapan. Ini jadi tantangan besar karena Surabaya adalah tempat lahir Bung Karno. Surabaya harus nomor satu,” katanya.

Karena penurunan itu, Deni menargetkan agar PDI Perjuangan Surabaya kembali meraih banyak kursi pada Pemilu 2029. Minimal 15 kursi di DPRD Surabaya, harus diisi PDI Perjuangan.

Untuk mencapai target itu, lanjut Deni, DPD PDIP Jawa Timur wajib melakukan regenerasi kader dengan memberi ruang lebih besar kepada anak muda.

“Minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun. Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 persen. Kalau tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal,” ungkapnya.

Adapun Deni juga mengingatkan agar kader tidak lagi terjebak konflik internal atau praktik penyalahgunaan program bantuan.

“Tidak ada lagi blok-blokan, tidak ada orang-orangan. Semua adalah orangnya PDI Perjuangan,” terangnya.

Sementara itu, Armuji Ketua DPC PDIP Surabaya mengingatkan kadernya untuk fokus jadi manusia politik, agar bisa menjawab tantangan masa depan, bukan sekadar politisi yang hanya mengejar kekuasaan.

“Kalau jadi manusia politik, kalian punya ide, gagasan dan inovasi untuk menggerakkan organisasi dan mendengar rakyat,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu juga dengan tegas mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan program bantuan partai maupun kekuasaan yang dimiliki.

Selain itu, lanjut Cak Ji, seluruh kader juga harus menjaga kekompakan demi mempertahankan dominasi PDIP di Surabaya.

“Rumus kalah itu tidak ada kalau kita kompak. Kita punya wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kota. Tinggal semangat dan kemauan turun mendengar rakyat,” tutupnya. (kir/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
28o
Kurs