Minggu, 5 Juli 2026

Xi Jinping Desak Penghentian Perang di Timur Tengah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Xi Jinping Presiden China dan Vladimir Putin Presiden Rusia memeriksa barisan kehormatan selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 20 Mei 2026. Foto: Reuters

Xi Jinping Presiden China menyerukan penghentian seluruh permusuhan di Timur Tengah “segera”. Ia juga menegaskan bahwa kawasan tersebut kini berada pada titik kritis antara perang dan perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan Xi saat menerima kunjungan Vladimir Putin Presiden Rusia di Great Hall of the People, Beijing, Rabu (20/5/2026). Kunjungan itu dalam agenda pertemuan bilateral yang juga membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara.

Menurut Xi, penghentian konflik menjadi langkah paling mendesak untuk mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan.

“Penghentian total permusuhan di Timur Tengah adalah hal yang paling mendesak. Melanjutkan kembali konflik tidak dapat diterima, sementara jalur negosiasi harus menjadi prioritas utama,” ujar Xi dilansir dari Xinhua.

Xi menilai situasi internasional saat ini berada dalam kondisi penuh gejolak dengan meningkatnya kembali unilateralisme dan hegemoni global.

Meski demikian, ia menegaskan perdamaian, pembangunan, dan kerja sama internasional tetap menjadi aspirasi utama masyarakat dunia.

Dalam pertemuan dengan Putin, Xi mendorong penguatan koordinasi strategis jangka panjang antara China dan Rusia guna membangun sistem tata kelola global yang disebutnya “lebih adil dan masuk akal”.

Ia mengatakan hubungan Beijing dan Moskow terus berkembang melalui peningkatan kepercayaan politik, kerja sama strategis, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keadilan internasional.

Xi menambahkan bahwa berakhirnya konflik di Timur Tengah akan membantu mengurangi gangguan terhadap pasokan energi global dan menjaga stabilitas rantai industri serta distribusi dunia.

“Kondisi di kawasan kini berada pada persimpangan kritis antara perang dan perdamaian,” kata Xi.

Kunjungan Putin ke China berlangsung selama dua hari dan bertepatan dengan peringatan 25 tahun Treaty of Good-Neighborliness and Friendly Cooperation antara kedua negara.

Perjanjian persahabatan China-Rusia tersebut pertama kali ditandatangani pada 2001 oleh Jiang Zemin, Presiden China saat itu, bersama Putin.

Dalam pertemuan kali ini, kedua negara juga sepakat memperpanjang masa berlaku traktat tersebut.

Kunjungan Putin ke Beijing berlangsung hanya beberapa hari setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyelesaikan lawatan tiga hari ke China dan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2026
27o
Kurs