Senin, 6 Juli 2026

Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jatim Mulai Adaptif dengan Perkembangan AI

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menyampaikan keterangan tentang pentingnya AI dalam layanan Rumah Sakit di Jatim. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) mendorong seluruh rumah sakit di Jatim mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) untuk dimanfaatkan menjadi layanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Khofifah dalam pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026 yang digelar di Ballroom Grand City Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Khofifah, Jatim memiliki peran strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional, sebab memiliki 448 rumah sakit dan menjadikan provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia termasuk di dalamnya AI,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Dalam hal transformasi sistem kesehatan yang terus berkembang, Khofifah berharap rumah sakit diharapkan mampu memberikan layanan promotif, preventif, dan rehabilitatif secara terintegrasi.

Gubernur Jatim itu menyatakan, rumah sakit harus semakin adaptif terhadap perubahan regulasi, sistem pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas.

“Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru,” ucap Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menekankan pentingnya kesadaran akan besaran nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di masing-masing produk alat kesehatan (Alkes).

“TKDN memang harus diktiarkan supaya makin hari makin tinggi. Walau memang ada yang masih 100% harus diimpor,” ujarnya.

Melalui format pertemuan antara para pelaku industri Alkes, Khofifah optimis akan tercipta ekosistem yang saling menguatkan kualitas layanan kesehatan di Jatim maupun Indonesia.

“Layanan kesehatan kita harus semakin berkualitas, makin kompetitif. Serta harus memberikan keunggulan-keunggulan komparatif yang mana masing-masing rumah sakit bisa ber-Fastabiqul khairat,” jelasnya.(wld/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
31o
Kurs