Minggu, 6 September 2026

Jasa Tirta: Busa di Kali Surabaya Diduga Foam Pemadaman Kebakaran Wings Surya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kondisi air di Sungai Surabaya yang tertutup busa, Minggu (6/9/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Perum Jasa Tirta (PJT) 1 menduga busa yang memenuhi Kali Surabaya yang berdampak pada kualitas air sejumlah pelanggan PDAM Surya Sembada, pada Minggu (6/9/2026) pagi, berasal dari foam atau busa pemadam yang digunakan saat kebakaran di pabrik Wings Surya, Kalitengah, Jumat (4/9/2026) lalu.

Hal itu disampaikan Agung Wicaksono Kasubdiv Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Sungai Brantas 3 PJT 1, saat dikonfirmasi Radio Suara Surabaya, Minggu siang. Agung mengatakan, foam dalam jumlah besar diduga masuk ke Kali Tengah, kemudian mengalir hingga bermuara di Kali Surabaya.

“Jadi barusan juga saya konfirmasi ke staf saya, bahwa sebenarnya kondisi yang terjadi mulai dari tadi malam atau imbasnya adalah sekarang kondisi di Gunung Sari atau di Rolak, ini ada kebakaran di pabrik Wing Surya yang ada di Kali tengah (Sungai di Driyorejo). Dan kebetulan mereka dalam memadamkan kebakaran tersebut ini menggunakan foam. Sehingga foam yang disemprotkan ini banyak sekali berjatuhan di sungai atau di Kali Tengah yang bermuara di Kali Surabaya,” kata Agung saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu.

BACA JUGA: PMK Gunakan Foam untuk Padamkan Kebakaran Gudang Wings Driyorejo

Meski begitu, Agung menegaskan dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium. Menurutnya, indikasi adanya gangguan kualitas air sudah terpantau sejak Sabtu (5/9/2026) malam, ditandai munculnya busa hingga ikan yang terlihat mabuk.

Sementara konfirmasi mengenai penggunaan foam saat pemadaman baru diterima PJT 1 pada, Minggu siang. “Jadi ini karena konfirmasi berita ini juga kami baru dapatkan tadi siang, nggih. Tadi Oh siang melalui staf saya dari Wings Surya sehingga kami baru mengetahui tadi siang,” ucapnya.

Meski demikian, ia menjelaskan kalau indikasi terlihatnya cemaran itu sudah ada sejak, Sabtu (5/9/2026) malam. Sebagai langkah awal, PJT 1 meningkatkan debit air dari Pintu Air Mlirip yang sebelumnya sekitar 18-20 meter kubik per detik menjadi 25 meter kubik per detik.

“Tetapi upaya atau indikasi, indikasi terlihatnya adanya busa atau mungkin ikan mabuk sudah terlihat dari tadi malam. Sehingga kami langsung langsung melakukan antisipasi atau mitigasi yaitu dengan perilisan debit tambahan,” ujarnya.

BACA JUGA: PDAM Ungkap Penyebab Air Surabaya Keruh, Berbusa dan Bau yang Dikeluhkan Pelanggan Minggu Pagi
BACA JUGA: Air PDAM di Beberapa Wilayah Surabaya Dilaporkan Berbusa dan Bau

Agung menyebut, penambahna debit itu untuk mengencerkan konsentrasi busa, sebelum aliran air sampai ke ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang, yang menjadi sumber air baku PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Selain itu, PJT 1 juga menutup Pintu Air Wonokromo untuk mencegah busa masuk ke Kalimas. Kemudian, busa yang sudah berada di hilir Bendung Rolak Gunungsari diarahkan keluar melalui Pintu Air Jagir untuk selanjutnya dialirkan ke laut.

“Busa-busa yang sudah terlanjur ada di hilirnya atau di bawahnya dari Bendung Rolak, ini akan kami buang, kami release melalui Pintu Air Jagir dan bermuara di laut. Sehingga ini adalah beberapa kondisi atau mungkin upaya-upaya kami, untuk bisa menjaga kondisi kualitas air di Kali Surabaya,” lanjutnya.

Agung mengatakan PJT 1 akan terus menambah debit dan memantau kondisi sungai sampai busa tidak lagi terlihat di Kali Surabaya maupun Kali Wonokromo. Saat ini, menurutnya jumlah busa sudah mulai berkurang dan diharapkan semakin mereda pada sore hari.

Di sisi lain, tim laboratorium PJT 1 telah mengambil sampel air di lima titik, termasuk di Bendung Rolak Gunungsari. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah pencemaran memang hanya berasal dari foam pemadaman kebakaran atau terdapat sumber pencemar lain dari aktivitas industri.

Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat diketahui paling cepat, Senin (7/9/2026) siang besok.

“Sementara kami indikasi atau dugaannya adalah dari kegiatan itu tadi. Namun akan lebih baik lagi jika nanti hasil dari laboratorium yang dilakukan sampling oleh tim kami ini sudah keluar, sehingga kita bisa mengetahui apakah memang karena kondisi dari busa yang dilakukan pemadaman oleh PT Wings Surya atau ada pembuangan limbah dari industri lainnya,” jelasnya.

Selain memantau kondisi sungai, Agung mengatakan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan PDAM Surya Sembada di Karangpilang dan melakukan kunjungan ke pabrik Wings Surya. “Kami akan mampir dulu ke Perumda Surya Sembada di Karangpilang, kemudian nanti juga akan melakukan tindak lanjut ke lapangan ke Wings Surya,” ujarnya. (bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 6 September 2026
33o
Kurs