PT KAI Daop 8 Surabaya memeringati Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026) dengan mengajak penumpang membatik dengan canting di Stasiun Surabaya Gubeng.
Rachmad Zaini Kurniawan Deputi PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan ada 50 penumpang yang diajak mencoba canting secara langsung, sebagai cara KAI mengenalkan proses membatik melalui pengalaman langsung.
“Kami memberikan kesempatan kepada 50 pelanggan untuk mencoba membatik dengan canting secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa merasakan proses membatik sekaligus memahami nilai dan manfaatnya sebagai bagian dari warisan leluhur Indonesia,” kata Rachmad di Stasiun Surabaya Gubeng, Jumat (2/10/2026).
Tujuan kegiatan ini katanya untuk menghargai batik sebagai warisan budaya tak benda yang sudah ditetapkan UNESCO 2009 lalu.
Dalam kegiatan itu, KAI menggandeng UMKM Batik Bu Dar dari Mojokerto untuk mengajari teknik dasar membatik dengan canting, mulai dari cara menggunakan canting hingga proses sederhana membatik.
Pengalaman membatik ini dihadirkan di stasiun untuk pelanggan dapat mengenal batik sambil menunggu atau sebelum melanjutkan perjalanan.
“Saat ini mereka mungkin harus ke Yogyakarta untuk merasakan membatik, nah kita sekarang munculkan di stasiun,” bebernya.
Selain mengajak penumpang membatik, ia menyebut bentuk menghargai batik itu dengan beberapa rangkaian kereta sudah menggunakan motif batik dalam desainnya.
“Misalnya, motif mega mendung yang digunakan pada kereta cepat serta motif batik parang pada desain KRL. Jadi, penggunaan motif batik sebenarnya sudah diterapkan dalam dunia perkeretaapian sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Indonesia,” tutupnya. (lta/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

