Syahganda Nainggolan Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia akan menyiapkan tim khusus untuk mempelajari dampak algoritma serta kecerdasan buatan (AI) yang dinilai sering mendistorsi pesan dan pemikiran Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.
“Tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI dan lain-lain. Jadi kami akan masuk juga ke sana,” kata Syahganda di Istana Negara Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Jumat (2/10/2016).
Ia menilai pikiran-pikiran yang disampaikan Presiden pada dasarnya bersifat konstitusional. Namun, kehadiran teknologi digital sering kali menimbulkan distorsi sebelum gagasan tersebut dapat dipahami secara utuh oleh publik.
“Pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi, distorsi oleh kekuatan AI itu,” ujarnya.
Menurut Syahganda, pertarungan narasi pada masa depan akan didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan. Karena itu, Bakom RI berupaya mengantisipasi agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak terhambat.
“Ke depan itu pertarungan kita itu pertarungan narasi yang dikuasai oleh non-human. Non-human itu namanya Artificial Intelligence,” ucap Syahganda.
Syahganda menegaskan, fokus lembaga yang dipimpinnya adalah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan pola komunikasi pemerintah sebagai alat persatuan nasional yang kokoh. Untuk mewujudkannya, Syahganda mengarahkan jajaran guna menerapkan instruksi presiden tersebut secara taktis.
Badan Komunikasi berkomitmen memastikan seluruh pesan pembangunan dan gagasan utama kepala negara tersampaikan secara transparan serta inklusif agar dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Ia juga menggarisbawahi tugas esensial lembaga baru ini untuk menjaga narasi dan peradaban bangsa. Misi tersebut akan ditempuh melalui saluran dialog intensif antara pemerintah dan insan pers, demi menciptakan diskursus publik yang mendidik sekaligus memperkuat persatuan nasional.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

