Jumat, 2 Oktober 2026

PBNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Tekankan Penguatan Akar Keilmuan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Logo Hari Santri 2026. Foto: PBNU/Antara

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan logo Hari Santri 2026 sekaligus mengenalkan tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sebagai penegasan atas peran santri dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Gudfan Arif kata Sekretaris Jenderal PBNU dilansir dari Antara, pada Jumat (2/10/2026).

Gus Gudfan mengatakan, akar tradisi yang kuat menjadi bekal bagi santri untuk hadir menjawab berbagai tantangan baru, karena menurutnya santri tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menjelaskan, frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” mengingatkan kembali perjalanan panjang kaum santri dalam sejarah Indonesia.

Menurutnya, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini, pesantren dan kaum santri memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Dari pesantren kita belajar bahwa menjaga agama harus berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa,” katanya.

Semangat tersebut juga dituangkan dalam logo Hari Santri 2026 yang menampilkan sejumlah elemen utama, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang.

Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan yang kokoh. Kitab menggambarkan ilmu pengetahuan serta tradisi intelektual pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur yang menerangi perjalanan santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu. Akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian,” imbuhnya.

Ia mengatakan, peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 juga menjadi bagian dari momentum baru PBNU setelah diumumkannya susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031.

Pihaknya berharap, momentum tersebut bisa semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan negara.

“Tradisi itu bukan sekadar untuk dikenang. Tradisi harus dihidupkan. Di dalamnya ada ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, dan tanggung jawab menjaga negeri,” pungkasnya.(ant/ris/iss)

 

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 2 Oktober 2026
27o
Kurs