Para pemimpin negara G7 sepakat melepas 100 juta barel minyak dari cadangan darurat. Langkah ini dilakukan untuk meredam lonjakan harga energi dan gejolak pasar global. Keputusan itu diambil dalam pertemuan virtual para pemimpin G7 pada Jumat (2/10/2026).
Pelepasan cadangan minyak akan dimulai segera dan berlangsung selama empat bulan, dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA).
Dalam 20 hari pertama, G7 juga akan mempercepat pelepasan pasokan diesel dalam jumlah besar. Cara ini dilakukan untuk membantu menekan tekanan harga bahan bakar yang sedang meningkat. G7 menyatakan akan kembali bertemu dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah pelepasan tambahan diesel masih diperlukan.
“Kami menegaskan kembali komitmen untuk tidak membatasi ekspor energi dan produk energi antarnegara G7. Kami juga menyerukan semua produsen agar tidak membuat larangan yang bisa memperburuk ketegangan pasar,” demikian pernyataan G7 yang dikutip Anadolu, Sabtu (3/10/2026).
Selain melepas cadangan minyak, negara-negara G7 juga akan mengatur jadwal perawatan kilang agar tidak dilakukan bersamaan. Dengan begitu, kapasitas produksi bahan bakar tidak turun secara serentak. IEA diminta memantau dampak kebijakan ini dan menyampaikan laporan lanjutan dalam 20 hari.
G7 juga menyinggung situasi di Selat Hormuz. Mereka menyerukan agar hak pelayaran di jalur penting perdagangan minyak dunia itu segera dipulihkan sepenuhnya.
Kelompok negara tersebut juga menyatakan tetap mempertahankan sanksi terhadap Rusia. Namun, G7 akan bekerja sama dengan IEA dan mitra lain agar dampaknya tidak terlalu besar terhadap pasar bahan bakar, gas, dan komoditas lainnya.
Antonio Costa Presiden Dewan Eropa menyambut keputusan G7 ini. Ia mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan membahas situasi energi dalam pertemuan pada 15-16 Oktober.
“Saya menyambut langkah terkoordinasi G7 hari ini dalam merespons situasi energi global, yaitu pelepasan 100 juta barel minyak melalui IEA yang dimulai segera dan berlangsung selama empat bulan,” kata Costa dalam unggahan di platform X.
Costa juga menyebut Uni Eropa akan membahas cara mengurangi dampak kenaikan harga energi bagi warga, pelaku usaha, dan industri. Menurutnya, krisis energi ini kembali menunjukkan pentingnya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia juga mendorong percepatan transisi menuju sumber energi yang diproduksi sendiri. (ant/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

