Minggu, 4 Oktober 2026

Basarnas: Penyelam Evakuasi 50 Jasad Korban KM Virgo Hingga Hari ke-21

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Basarnas mengevakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 setelah menerjunkan personal untuk melakukan penyelaman ke dalam badan kapal, Minggu (20/9/2026). Foto: Basarnas

Basarnas menyebut tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi jasad 50 korban meninggal dari KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa hingga hari ke-21 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Sabtu (3/10/2026).

Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan, penyelaman menjadi salah satu upaya penting dalam pencarian dan evakuasi korban. Meski begitu, pelaksanaannya menghadapi banyak keterbatasan di lokasi.

“Penyelaman merupakan salah satu upaya penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman, dilaksanakan rata-rata empat sampai lima sortie per hari. Setiap sortie dikerahkan dua sampai tiga tim dengan kekuatan lima penyelam tiap tim,” kata Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam yang dikutip Antara.

Syafii menjelaskan, sejak KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada, Minggu 13 September lalu, kegiatan penyelaman mulai dilakukan sekitar hari ketiga. Penyelaman berlangsung pukul 09.00 sampai 16.00 WITA. Hasilnya, hingga hari ke-21 operasi SAR, sebanyak 50 korban meninggal dunia telah dievakuasi oleh tim penyelam.

“Metode penyelaman memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pencarian dan evakuasi korban, meskipun pelaksanaannya dihadapkan pada keterbatasan kondisi cuaca maupun kondisi lokasi pelaksanaan operasi SAR underwater,” ucapnya.

Basarnas juga mengevaluasi bahwa semakin jauh penyelam masuk ke bagian dalam kapal, semakin kompleks risiko yang dihadapi. Karena itu, strategi pencarian harus tetap mempertimbangkan keselamatan personel.

Dalam operasi tersebut, penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 sampai 15 meter ke dalam kapal. Namun, upaya masuk lebih jauh terhambat banyaknya barang, material, dan puing di dalam kapal.

“Beberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam, namun setelah hari ke-19 operasi SAR tidak ditemukan lagi korban dari akses tersebut,” tuturnya.

Syafii menyebut risiko penyelaman juga dipengaruhi struktur kapal yang tidak stabil. Posisi kapal masih bisa mengalami perubahan trim dan kemiringan, sehingga dikhawatirkan membahayakan penyelam jika terjadi pergeseran tiba-tiba saat mereka berada di dalam kapal.

Selain itu, jarak pandang di bawah air sangat rendah akibat sedimen dan puing. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pencarian, tetapi juga meningkatkan risiko penyelam mengalami disorientasi.

Tim juga menghadapi banyak benda tajam yang dapat menyebabkan luka atau cedera, serta potensi bahaya kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.

“Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas juga menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan scuba, waktu kerja diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam setiap penyelaman, sehingga kondisi kapal, lingkungan bawah air, visibilitas, debris, kontaminasi, kedalaman, dan waktu kerja menjadi pertimbangan dalam operasi SAR underwater,” ujarnya.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 188 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Berdasarkan evaluasi hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan waktu yang fleksibel sesuai perkembangan di lapangan. Operasi juga akan menyesuaikan jumlah personel, dengan tetap melibatkan unsur instansi yang sejak awal terlibat dalam pencarian. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 4 Oktober 2026
33o
Kurs