Sabtu, 10 Oktober 2026

Pengamat Nilai Marquez Fokus Putus Tren Gagal Finis di MotoGP Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Team Marc Marquez (kiri) Pembalap Ducati Lenovo menjawab pertanyaan wartawan seusai mengikuti sesi practice MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/20/2026). Foto: Antara

Marc Marquez pembalap Ducati Lenovo dinilai akan lebih dulu fokus memutus tren gagal finis di MotoGP Indonesia 2026 yang digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Priandhi Satria pengamat otomotif mengatakan, hasil latihan Jumat (9/10/2026) kemarin, menunjukkan peluang Marquez untuk bersaing masih terbuka. Namun, pembalap asal Spanyol itu belum menjadi yang tercepat di lintasan.

“Hasil latihan Jumat di Sirkuit Mandalika memperlihatkan peluang Marquez untuk menang masih terbuka, meskipun dia belum menjadi pembalap dengan kecepatan terbaik,” kata Priandhi dalam keterangannya di Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dikutip Antara.

Pada sesi Free Practice 1, Marquez menempati posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 30,369 detik. Ia hanya terpaut 0,237 detik dari Marco Bezzecchi pembalap Aprilia Racing.

Namun, pada sesi Practice, Marquez turun ke posisi kelima dengan catatan 1 menit 29,426 detik. Ia tertinggal 0,701 detik dari Raul Fernandez pembalap Trackhouse MotoGP Team yang menjadi tercepat.

“Hasil latihan tersebut menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang harus dihadapi Marquez,” ujar Priandhi.

Priandhi yang pernah menjabat Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) periode 2022–2025 menilai Marquez tetap punya kemampuan dan pengalaman untuk bersaing di barisan depan. Namun, hasil latihan menunjukkan Marquez masih perlu menemukan kecepatan yang lebih tajam.

“Aprilia tampil kuat di Mandalika, sehingga Ducati perlu memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu,” katanya.

Persaingan di Mandalika juga semakin menarik karena tiga posisi teratas pada sesi Practice dikuasai pembalap Aprilia. Raul Fernandez menjadi yang tercepat, disusul Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Menurut Priandhi, hasil itu memperlihatkan Aprilia punya modal kuat menghadapi balapan utama. Sementara Marquez masih perlu memperbaiki performa satu putaran dan menemukan keseimbangan motor yang lebih sesuai dengan karakter Sirkuit Mandalika.

Priandhi menyebut tantangan Marquez bukan hanya mengejar waktu tercepat, tetapi juga menjaga kecepatan tanpa meningkatkan risiko kesalahan.

“Mandalika membutuhkan kombinasi pengereman yang tepat, kestabilan saat melewati tikungan, dan akselerasi yang efektif ketika keluar dari tikungan. Marquez harus bisa membedakan kapan waktunya menyerang dan kapan harus menjaga ritme,” ujarnya.

Catatan empat musim terakhir menjadi pengingat bahwa tantangan Marquez di Mandalika tidak hanya berkaitan dengan kecepatan.

Pada 2022, Marquez tidak mengikuti balapan utama setelah mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan dinyatakan tidak fit. Pada 2023, ia terjatuh ketika balapan berlangsung.

Setahun kemudian, masalah teknis pada motor membuatnya gagal menyelesaikan balapan setelah motornya terbakar. Pada 2025, Marquez kembali tersingkir setelah mengalami insiden dengan Bezzecchi pada putaran pertama.

“Kalau melihat catatan sebelumnya, target pertama Marquez adalah menyelesaikan balapan. Setelah empat kali gagal finis di Grand Prix Mandalika,” kata Priandhi.

Hari kedua Pertamina Grand Prix of Indonesia berlangsung, Sabtu (10/10/2026), dengan agenda latihan bebas, kualifikasi, dan balapan sprint. Sementara balapan utama dijadwalkan berlangsung, Minggu (11/10/2026) besok. (ant/bil/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 10 Oktober 2026
35o
Kurs