Minggu, 11 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan AS akan Ikut Gempur Houthi Usai Serangan di Riyadh

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Foto selebaran yang diberikan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026). Foto: Antara/Xinhua/Pusat Media Houthi

Donald Trump Presiden AS pada Rabu (7/10/2026) mengatakan Washington mungkin akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi di Yaman, menyusul serangan di sebuah bandara di Riyadh.

“Mungkin. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru mengetahui serangan terbaru ini. Kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” kata Trump menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan ambil bagian dalam serangan tersebut, seperti dikutip Antara dari Anadolu.

Pernyataan ini disampaikan setelah Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Saudi menghentikan operasinya untuk sementara pada Sabtu, menyusul serangan yang menyebabkan beberapa orang terluka, menurut otoritas penerbangan sipil negara tersebut. Otoritas Penerbangan Sipil Umum dalam pernyataannya mengatakan bandara diserang pada Sabtu (10/10/2026) sore, dan otoritas masih menentukan jumlah korban luka.

Terkait serangan ini, Kedutaan Besar AS dan Inggris di Arab Saudi juga mengimbau warga negaranya pada Sabtu untuk menghindari bandara pascaserangan, mengingat risiko keamanan dan kemungkinan gangguan perjalanan.

Otoritas Saudi mengatakan pada Jumat bahwa tiga warga meninggal dan lainnya terluka dalam dua serangan pada Kamis yang menargetkan fasilitas di Bandara Internasional King Khalid dan pesawat Saudi Arabian Airlines. Operasi bandara kemudian dilanjutkan dan lalu lintas udara kembali normal, menurut otoritas penerbangan tersebut.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan misil dan drone di Bandara Internasional King Khalid dan bandara-bandara Saudi lainnya dalam beberapa hari terakhir.

Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut kendali ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi pada September 2014, yang memicu koalisi pimpinan Saudi turun tangan pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.(ant/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
34o
Kurs