Senin, 12 Oktober 2026

Cerita Warga War Undangan hingga Antre Sejak Subuh untuk Upacara HUT ke-81 Jatim

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Antrean warga sebelum mengisi daftar hadir untuk mengikuti Upacara HUT ke-81 Jatim di pintu timur Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/10/2026). Foto: Ayasha Nur Alifia Mg suarasurabaya.net

Upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya disambut antusias oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Hal itu terlihat dari ludesnya 500 kuota undangan tahap pertama hanya dalam waktu 31 detik.

Dari pantauan suarasurabaya.net di pintu timur Grahadi saat hari H upacara, Senin (12/10/2026) pagi, warga sudah antre sejak pukul 05.30 WIB untuk penukaran undangan dengan KTP asli, meski upacara baru dimulai di atas pukul 07.00 WIB.

Bahkan ada yang berangkat dari rumah sejak pukul 04.50 WIB. Mereka datang tidak hanya dari Surabaya saja, namun dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Tingginya antusiasme karena upacara HUT Jatim di Grahadi merupakan momen satu tahun sekali. Selain mengikuti upacara langsung bersama Forkopimda, warga juga dapat menyaksikan penampilan budaya khas Surabaya dan Jawa Timur.

Salah satunya dirasakan Susan, warga Surabaya. Ia melihat peserta yang hadir sangat beragam dari seluruh wilayah Jatim. “Karena ini memang yang ikut kan nggak cuma warga Surabaya, tapi seluruh Jatim ya,” kata Susan.

Susan menilai proses pendaftaran tahun ini jauh lebih sulit dibanding sebelumnya karena ada tambahan verifikasi data.

“Hari pertama masih mending, hari kedua itu malah lebih spektakuler lagi, 10 detik aja udah nggak ada. Saran saya nama, NIK, email, nomor telepon itu disalin dulu, menit ke-59 kita refresh-refresh,” ujarnya.

Pengisian daftar hadir warga saat registrasi Upacara HUT ke-81 Jatim di pintu timur Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/10/2026). Foto: Ayasha Nur Alifia Mg suarasurabaya.net

Ia mengutarakan, kunci keberhasilan mendapatkan undangan upacara kini bukan sinyal, melainkan kecepatan tangan saat war dimulai.

“Kalau untuk ibu-ibu seperti saya ini susah. Dulu saya sering dapat, tapi sekarang saya pakai (bantuan) anak saya yang gen Z jadi dia cepat. Bukan lagi masalah sinyal, tapi kecepatan tangan,” kata Susan.

Perjuangan serupa untuk mendapatkan undangan itu juga dialami Septia Amelia, warga Kenjeran, Surabaya. Ia sempat gagal di hari pertama karena mendaftar lewat HP, sehingga di hari kedua ia ganti strategi.

“War day pertama itu aku gagal karena awalnya pakai HP dan ini baru pertama kali nge-war. Akhirnya yang day dua itu aku coba salin-salin dulu di WhatsApp, terus pakai laptop. Tinggal copas-copas aja dan langsung bisa,” kata Septia.

Septia mengaku sengaja berangkat pukul 04.50 WIB agar tidak terlambat antre penukaran undangan di Grahadi. Sementara untuk harapan di HUT ke-81 Jatim, ia berharap Pemprov memperbanyak program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Jatim lebih bagus lagi, program-programnya diperbanyak apalagi yang prorakyat ya, misalnya untuk pajak kan biasanya ada pembebasan. Harapannya SMA-nya dipermudah, beasiswa diperbanyak,” katanya.

Sementara Dennis Kipirul Aziz, warga Surabaya yang juga datang sejak pagi, berharap pembangunan di Jatim lebih merata hingga daerah tertinggal.

“Semoga di hari jadi yang ke-81 ini Jawa Timur semakin eksis, masyarakatnya makmur, kemudian pemerataan pembangunan dan infrastruktur di daerah-daerah yang mungkin tertinggal juga dapat cepat dan merata,” ujar Dennis.

Upacara HUT ke-81 Jatim mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Upacara diikuti sekitar 1.000 warga umum yang mendaftar online dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim.(fia/wld/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
33o
Kurs