Senin, 12 Oktober 2026

Iran Tutup Selat Hormuz sampai AS Terima Tujuh Syarat Damai

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kapal kargo di Selat Hormuz. Foto: The Guardian

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat menerima rencana tujuh poin yang diajukan Iran untuk penyelesaian damai.

Antara melaporkan, rencana tersebut sebelumnya disampaikan Iran melalui Qatar pada September lalu.

Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Amerika Serikat berupaya menjalin komunikasi dengan Iran melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar.

“Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Pihak Amerika mencoba berkomunikasi dengan kami melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar,” kata Rezaei kepada saluran televisi Iran Press TV, Minggu (11/10/2026).

Menurut Rezaei, Amerika Serikat telah menanggapi syarat-syarat yang diajukan Iran dan menerima sebagian di antaranya.

“Namun, tanggapan mereka terhadap syarat-syarat lainnya masih samar,” kata Rezaei.

Rezaei juga menuding Amerika Serikat tidak menunjukkan konsistensi dalam proses perundingan. Ia menyebut setiap kali Iran kembali ke meja perundingan, Pentagon kembali melancarkan serangan ke Iran.

Menurutnya, tindakan itu merupakan bentuk pengkhianatan yang jelas dari Amerika Serikat.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat sejak 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran. Serangan itu kemudian dibalas oleh Iran.

Pada Maret, Amerika Serikat dan Israel juga menyerang target di ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut.

Hingga kini, konflik antara Iran dan Amerika Serikat belum terselesaikan. Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasokan minyak, produk minyak, dan gas alam cair dunia. Gangguan pelayaran di jalur strategis itu turut mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.(ant/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
34o
Kurs