Sejumlah pendengar Suara Surabaya yang berada di Bali melaporkan kekosongan bahan bakar minyak (BMM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).
Muhammad Ihsanudin sedang berlibur di Pulau Dewata pada Selasa pagi menginformasikan kelangkaan BBM, terutama Pertalite.
“Kemarin sore saya berkeliling ke beberapa SPBU, semuanya habis. Pagi ini saya juga sudah berkeliling, dan banyak SPBU yang kehabisan BBM. Ini ada satu SPBU yang tersedia, sehingga antreannya sangat panjang. Kemarin saya juga melihat antrean panjang di Pertamini,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya.
Menipisnya stok BBM di Bali sudah dilaporkan pendengar lainnya sejak Senin pagi.
I Wayan Widharse mengabarkan sedang mengantre BBM di SPBU Renon, Denpasar. “Di tempat lain habis. Yang ada hanya Pertamax. Pertalite habis,” kata dia.
Made Yuni Mahartini menyebut antrean BBM di Jalan Puputan, Renon, Denpasar, sejak Senin siang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.
“Mau menginformasikan, BBM di wilayah Kapal, Mengwi, Badung, Bali sedang kosong. Banyak pengendara mengantre dengan motornya di sejumlah SPBU,” kata Arifin pada Senin pukul 23.00 WIB.
Merespon laporan para pendengar ini, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, pada Senin malam, menyampaikan bahwa pihaknya telah memperkuat pasokan BBM di wilayah Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.
Kedatangan kapal tersebut diharapkan mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.
Selain itu, Pertamina juga terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan serta mengoptimalkan penyaluran setelah kapal sandar.
“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad melalui keterangan tertulis.
Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL. Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi.
Sejalan dengan rencana kedatangan kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.
Untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (iss/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

