Jumat, 16 Oktober 2026

Khofifah Sampaikan Duka Mendalam atas Gugurnya Empat Petugas Saat Padamkan Karhutla Bromo

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Petugas saat akan mengevakuasi jenazah relawan yang terjebak kebakaran hutan dan lahan Bromo. Foto: Istimewa

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat petugas gabungan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Gubernur Jatim itu juga mendoakan kepada keluarga yang ditinggalkan agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Khofifah menegaskan, bahwa pengabdian para korban yang berjuang di tengah risiko kebakaran merupakan bentuk dedikasi dan kepedulian dalam upaya penanganan bencana serta perlindungan kawasan hutan.

Menurut dia, insiden ini tidak hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga korban namun juga bagi masyarakat Jawa Timur.

Untuk itu Khofifah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas yang gugur dalam menjalankan tugas di tengah kobaran api.

“Di tengah risiko yang besar, mereka berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” ujar Khofifah.

Sebagaimana informasi, empat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, yang merupakan petugas Balai Besar TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), relawan dari karyawan hotel setempat.

“Peristiwa ini menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi mereka yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, Khofifah juga mendoakan para korban yang mengalami luka-luka supaya diberikan kesembuhan dan kekuatan. Ia berharap keluarga korban meninggal dunia mendapatkan dukungan dan pendampingan dalam menghadapi masa sulit ini.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya menyampaikan simpati dan doa yang tulus. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan memberikan santunan sebesar Rp10 juta kepada keluarga masing-masing korban yang meninggal dunia.

“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu keluarga yang ditinggalkan. Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap karhutla.

“Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatiank besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” tandas Khofifah.(wld/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
31o
Kurs