PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, mencatatkan prestasi di tingkat internasional setelah meraih dua penghargaan dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 yang diselenggarakan di Pullman Singapore Orchard, Singapura.
Dua penghargaan tersebut yakni Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026 yang diberikan kepada PT Terminal Teluk Lamong serta Port/Terminal Visionary of the Year 2026 yang diterima oleh David P. Sirait, Direktur Utama TTL.
David mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap transformasi TTL dalam meningkatkan kinerja operasional, memperkuat daya saing, mengembangkan inovasi layanan, serta membangun terminal petikemas yang semakin modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Kedua penghargaan diserahkan langsung oleh Thomas Ng, Executive Chairman of the Global Ports Forum, dan diterima oleh David P. Sirait yang hadir bersama jajaran manajemen dan perwakilan TTL.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” terangnya, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun perjalanan pascamerger Pelindo, TTL terus memperkuat transformasi bisnis dan operasional melalui integrasi terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi proses pelayanan, serta pengembangan layanan yang berorientasi pada pelanggan.
Saat ini, TTL mengelola tiga terminal petikemas dalam satu kesatuan operasional, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Integrasi ketiga terminal itu, menurutnya menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat konektivitas logistik, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset kepelabuhanan di kawasan Surabaya.
Transformasi itu, lanjut dia, tercermin dalam capaian kinerja TTL Group. Hingga Agustus 2026, arus petikemas mencapai 2.027.914 TEUs, tumbuh 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, meningkat 78,69 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penambahan sejumlah layanan pelayaran baru, serta berbagai inovasi operasional untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan kepastian pelayanan kepada pengguna jasa. Di antaranya adalah, implementasi Terminal Booking System (TBS), pengembangan sistem pelayanan kapal EAZI, penguatan perencanaan dan pengendalian operasional secara terintegrasi, serta berbagai inisiatif percepatan pelayanan kapal dan petikemas.
“Inovasi-inovasi tersebut diarahkan untuk mempercepat waktu pelayanan, mengurangi waktu tunggu, meningkatkan produktivitas terminal, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif,” jelasnya.
Selain meningkatkan kinerja operasional, ia mengatakan TTL terus memperkuat komitmen untuk mengedepankan pemanfaatan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi teknologi, perusahaan telah menerapkan Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, serta pemanfaatan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk mendukung akurasi dan efisiensi proses operasional.
Sementara dari sisi lingkungan, perusahaan mengembangkan inisiatif green port melalui elektrifikasi peralatan, pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, pengembangan fasilitas shore power, serta penguatan pengelolaan lingkungan dalam aktivitas operasional terminal.
Komitmen tersebut juga diperluas melalui modernisasi peralatan pada terminal-terminal yang dikelola TTL, termasuk penambahan electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam.
David menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak lepas dari hubungan yang kuat dengan para pelanggan, regulator, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keunggulan terminal tidak hanya diukur dari besarnya volume petikemas maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memberikan pelayanan yang konsisten, menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, serta membangun hubungan kerja sama yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.(ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

