Minggu, 18 Oktober 2026

Tavares Kecewa Persebaya Gagal Kalahkan PSS Sleman di GBT

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bernardo Tavares Pelatih Persebaya Surabaya berbicara dalam konferensi pers. Foto: Dok Media Persebaya

Bernardo Tavares pelatih Persebaya Surabaya mengaku kecewa timnya gagal meraih kemenangan saat menjamu PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026), Persebaya harus puas bermain imbang 2-2.

Tavares menilai para pemain sudah menunjukkan permainan dan semangat yang baik. Namun, banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan membuat Persebaya kehilangan kesempatan meraih poin penuh di kandang.

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” kata Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan, yang dilansir Antara.

Pelatih asal Portugal itu menyebut Persebaya tampil lebih dominan dengan mencatatkan sekitar 20 tembakan dan 12 tendangan sudut. Sebaliknya, PSS hanya menghasilkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut sepanjang pertandingan.

Meski menguasai jalannya laga, Persebaya justru kebobolan dua gol. Tavares menjelaskan, gol pertama PSS berawal dari pelanggaran yang memberikan peluang kepada lawan untuk mencetak gol. Sedangkan gol kedua terjadi karena pemain Persebaya memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan untuk melepaskan tembakan.

Menurut Tavares, timnya sebenarnya mampu membangun serangan dengan berbagai cara, mulai dari menerobos pertahanan lawan hingga memanfaatkan umpan silang.

Namun, sejumlah peluang gagal menjadi gol karena tembakan pemain berhasil ditepis penjaga gawang, diblok pemain bertahan, atau tidak mengarah tepat ke sasaran.

“Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ujarnya.

Selain penyelesaian akhir, Tavares mengakui kondisi skuad juga menjadi tantangan bagi Persebaya. Sejumlah pemain masih mengalami cedera atau belum berada dalam kondisi fisik terbaik, sementara jadwal pertandingan sepanjang Oktober cukup padat.

Karena itu, tim pelatih akan mengevaluasi kesiapan setiap pemain bersama tim medis sebelum menentukan susunan tim untuk pertandingan berikutnya.

“Kami akan melihat kondisi pemain saat latihan dan berkoordinasi dengan tim medis untuk menentukan siapa yang paling siap membantu tim pada pertandingan berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ernando Ari penjaga gawang Persebaya menyampaikan permintaan maaf karena timnya belum mampu memberikan kemenangan kepada Bonek dan Bonita yang hadir mendukung langsung di stadion.

“Kami merasa kecewa karena belum bisa memberikan kemenangan yang diharapkan Bonek dan Bonita di laga kandang ini. Kami akan memperbaiki kesalahan untuk menjadi lebih baik pada pertandingan selanjutnya,” kata Ernando.

Dalam kesempatan tersebut, Ernando juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat suporter PSS Sleman dalam perjalanan menuju pertandingan.

Ia mengingatkan seluruh suporter sepak bola di Indonesia agar selalu mengutamakan keselamatan ketika bepergian untuk mendukung tim kesayangan.

“Kami turut berbelasungkawa. Untuk seluruh suporter Indonesia, baik pendukung PSS maupun Bonek dan Bonita, agar lebih berhati-hati selama perjalanan karena apa pun itu tidak sebanding dengan nyawa,” ujarnya. (ant/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
29o
Kurs