Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Pulau Kalimantan mencapai 11.202 hektare. Total sebanyak 38.772 personel gabungan dikerahkan ke lapangan untuk menangani kebakaran itu.
Berton Panjaitan Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, kebakaran terluas terjadi di Kalimantan Tengah dengan 7.938 hektare lahan terbakar. Sementara di Kalimantan Selatan luas karhutla mencapai 1.974 hektare, disusul Kalimantan Barat 1.290 hektare.
Ia menjelaskan, BNPB telah memperkuat satuan tugas (satgas) darat di ketiga provinsi tersebut. Menurutnya, jumlah personel yang dikerahkan bahkan meningkat hingga empat kali lipat.
“Pengerahan personel darat tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat dari jumlah biasanya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan,” kata Berton saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dari total 38.772 personel yang disiagakan, sebanyak 16.387 orang ditempatkan di Kalimantan Tengah, 14.458 orang di Kalimantan Barat, dan 7.927 orang di Kalimantan Selatan.
Selain mengandalkan petugas darat, BNPB juga mengerahkan 34 armada udara untuk membantu pemadaman dan penanganan karhutla. Armada itu terdiri atas helikopter pengebom air (water bombing), pesawat patroli, serta pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).
Sebanyak 14 armada ditempatkan di Kalimantan Selatan, sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing mendapat dukungan 10 armada.
Meski ditempatkan di provinsi berbeda, seluruh armada dapat dipindahkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah lain sesuai kebutuhan.
BNPB juga menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran. Sebanyak 13 penerbangan atau sorti dilakukan dengan menyemai bahan berupa es kering (dry ice) dan garam atau natrium klorida (NaCl).
Kalimantan Tengah mendapat porsi operasi terbanyak, yakni sembilan sorti. “Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam,” jelas Berton.
Sementara di Kalimantan Selatan, operasi modifikasi cuaca dilakukan sebanyak dua sorti dengan menyemai 2.000 kilogram garam. Penyemaian difokuskan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru.
Adapun di Kalimantan Barat, BNPB melakukan dua sorti modifikasi cuaca dengan menyebarkan 1.800 kilogram garam. Operasi itu difokuskan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara karena kedua wilayah masih mengalami keterbatasan hujan alami. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

