Nilai tukar rupiah dibuka melemah sembilan poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Senin (26/10/2026). Pelemahan ini dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Lukman Leong analis Doo Financial mengatakan, potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel,” kata Lukman di Jakarta, Senin, dilansir Antara.
Mengutip laporan Xinhua, harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember ditutup pada Sabtu (24/10/2026) di level 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember mencapai 103,27 dolar AS per barel, meningkat 3,82 persen.
Kekhawatiran investor itu muncul menyusul laporan mengenai dugaan rencana AS dan Israel untuk menyerang Iran, setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Di tengah ketegangan tersebut, media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Sementara Washington memerintahkan staf non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi. Selain situasi geopolitik, Lukman menyoroti arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar saham domestik yang masih memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah.
Menurutnya, nilai dana asing yang keluar dari pasar ekuitas Indonesia masih tergolong besar. “Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp1-2 triliunan,” ungkap Lukman.
Dengan mempertimbangkan perkembangan konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta arus keluar modal asing, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

