Tanwir I Aisyiyah bakal digelar Jumat (19/1/2018) di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, dengan agenda utama pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai pilar kemakmuran bangsa.
Paling tidak ada dua hal penting yang akan dibahas di antaranya masalah perekonomian, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial serta dampak atas hal itu yang langsung dirasakan perempuan dan anak-anak.
“Fakta di lapangan, sampai saat ini kemiskinan masih menjadi persoalan bersama. Demikian juga dengan dampak yang muncul langsung menerpa perempuan dan anak-anak. Hal ini perlu dipecahkan dan dicarikan solusinya bersama-sama,” kata Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Kamis (18/1/2018).
Kemakmuran bangsa, lanjut Noordjannah, tidak akan terwujud jika kesenjangan sosial, kemiskinan, penguasaan kekayaan negara dan segala bentuk ketidakadilan masih ada dalam kehidupan kebangsaan di negeri ini.
“Oleh karena itu, kami mendorong agar ekonomi perempuan terus dikembangkan, sekaligus untuk menegakkan keluarga dan hal itu menjadi pilar kemakmuran bangsa. Ini persoalan bersama, dan pada Tanwir I Aisyiyah hal itu jadi bahasan utama,” lanjut Noordjannah.
Dijadwalkan bakal hadir pada Tanwir I Aisyiyah sejumlah menteri dan perwakilan pengurus Aisyiyah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Beberapa agenda seminar dan pembahasan hal-hal krusial tentang kesejahteraan masyarakat dan perempuan.
Sementara itu ditambahkan Sukadiono Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, bahwa pada kesempatan Tanwir I Aisyiyah, juga akan dikakukan peresmian Tower At Tauhid.
“Peresmian dan pembukaan operasional tower At Tauhid juga akan kami lakukan pada Tanwir I Aisyiyah. Tower dengan 13 lantai itu akan segera kami operasionalkan,” pungkas Sukadiono.(tok/dwi/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

