Minggu, 5 April 2020

Jatim Melaju Kencang dari Sisi Perekonomian

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Perekonomian di Jawa Timur tumbuh melambat dari 7,27 persen menjadi 6,55 persen namun masih lebih tinggi dari nasional. Di Pulau Jawa, ekonomi Jawa Timur tumbuh tertinggi dibandingkan provinsi lainnya dengan share ekonomi yang lebih rendah dari DKI Jakarta.

Junanto Herdiawan Deputi Direkur Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur mengatakan, di tahun 2013 hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa mengalami perlambatan ekonomi.

Pembentuk ekonomi Jawa Timur dari sisi penawaran, lanjut dia, sumber pertumbuhan dari sektor sektor perdagangan hotel dan restoran (PHR), industri pengolahan dan pertanian. Lanjut pertumbuhan tertinggi yakni pengangkutan dan komunikasi, bangunan serta PHR. Untuk pertumbuhan dua sektor utama lainnya yaitu industri pengolahan dan pertanian lebih rendah dari pertumbuhan sektor pendukung.

Sisi permintaan yakni konsumsi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dengan share terjaga stabil pada level 74 persen. Investasi tumbuh meningkat dari 5,39 persen menjadi 6,67 persen yang didorong oleh PMDN. Kinerja perdagangan Jawa Timur melambat masih belum pulihnya ekspor mendorong semakin lebarnya defisit neraca perdagangan baik luar negeri maupun dalam negeri.

“Secara bulanan Jatim mengalami inflasi 0,23 persen lebih tinggi dibandingkan nasional, namun secara tahunan inflasi Jawa Timur lebih rendah dibandingkan nasional,” kata Junanto dalam Seminar Economic Speaker Series di Gedung De Javasche Bank Surabaya, Selasa (29/4/2014).

Sementara penyumbang inflasi adalah kelompok bahan makanan dan transportasi khususnya kenaikan harga cabai rawit, beras, bawang putih serta kenaikan tarif angkutan udara. Sedangkan deflasi yakni kelompok bahan makanan melalui penurunan harga telur dan daging ayam ras, cabai merah dan tomat sayur.

“Indonesia Network menjadi langkah awal penguatan produksi, distribusi dan konektivitas antar wilayah dalam wadah TPID sebagai strategi pengendalian inflasi di Jawa Timur,” ujar dia.

Junanto juga mengatakan sampai Februari 2014, perbankan di Jawa Timur masih menunjukkan kinerja yang stabil. Tercatat total aset bank umum dan BPR mencapai Rp.427,99 triliun tumbuh 18,07 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kredit juga masih cukup tinggi itu sebesar 24,09 persen hingga mencapai Rp.307,54 triliun.

“Untuk penyaluran kredit oleh bank umum di Jatim sampai Februari 2014 tercatat sebesar Rp300,69 triliun atau tumbuh 24,44 persen dibandingkan periode sebelumnya,” tambah dia.(dwi/ipg)

Teks Foto :
– Seminar Economic Speaker Series di Gedung De Javasche Bank Surabaya, Selasa (29/4/2014).
Foto : Dwi suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Minggu, 5 April 2020
26o
Kurs