Selasa, 31 Maret 2020

Tenaga Terampil Indonesia Rendah di ASEAN

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan

Ada banyak penyebab tenaga terampil di Indonesia dinilai kalah dibanding negara lain.

Prof Teman Kusmono Pakar Sumber Daya Manusia (SDM) dari Universitas Widya Mandala Surabaya pada Radio Suara Surabaya, Rabu (30/4/2014) mengatakan, di antara penyebab minimnya tenaga terampil di Indonesia karena rendahnya perkembangan teknologi dan taraf ekonomi masyarakat. Berikut penjelasan Teman Kusmono, {clip*1}.

Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Teman Kusmono mengingatkan, pendidikan kita harus fokus menghasilkan tenaga kerja yang sedang dibutuhkan pasar,{clip*2}.

Pada era MEA nanti, sarjana yang hanya mencari gelar akademik bakal tidak laku.

“Jadi janganlah banyak sarjana-sarjana yang hanya meraih gelar kampus. Tetapi ilmu terapan itu yang harus kita dikuasai. Di sinilah bedanya dengan Malaysia. Di sana lebih banyak insinyur adalah menguasai ilmu-ilmu terapan yang nantinya itu langsung ada aplikasinya. Kita itu tinggi-tinggi ilmunya, tapi sarjananya terlalu banyak belajar dari dosen, tapi nanti pada saat aplikasinya terlalu sedikit ilmu yang didapat dari kampus,” jelasnya.

Persaingan di dunia kerja 2015 dipastikan lebih seru. Karena dengan diberlakukannya ASEAN Economic Community tidak ada lagi pembatasan arus keluar masuk tenaga kerja di negara anggota ASEAN. Gelar akademik tetap penting, tapi aplikasinya harus sesuai kebutuhan pasar saat itu.(ssfm/ipg)

Teks Foto:
– Ilustrasi

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
27o
Kurs